Diskon Angkutan Nataru Mulai 22 Desember

KENDARINEWS.COM — Pemerintah memberlakukan diskon tarif angkutan umum selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan diskon tersebut mulai berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Sejalan dengan kebijakan itu, puncak arus mudik Nataru diprediksi terjadi pada 24 Desember 2025.

Insentif diskon tarif transportasi selama Nataru 2025/2026 meliputi diskon sebesar 30 persen untuk moda transportasi kereta api, dengan periode perjalanan mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Di sektor transportasi laut, pemerintah memberikan diskon tarif kapal Pelni sebesar 20 persen untuk periode perjalanan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Sementara itu, tiket pesawat udara juga memperoleh diskon sekitar 13 hingga 14 persen. Diskon tersebut berlaku untuk periode pembelian tiket mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, termasuk periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai dengan 10 Januari 2026. Selain itu, pemerintah turut memberikan diskon tarif jasa kepelabuhanan untuk layanan penyeberangan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengajak masyarakat memanfaatkan diskon tarif transportasi selama masa Nataru tersebut.

“Pemberian tarif diskon ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki ruang perencanaan perjalanan yang lebih matang, terukur, serta tidak terfokus pada periode puncak arus liburan,” ujar Dudy dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, kebijakan diskon tarif Nataru merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat menjelang libur akhir tahun.

“Arahan Presiden jelas, negara harus hadir memastikan mobilitas masyarakat tetap terjangkau dan berjalan lancar pada momen libur akhir tahun. Karena itu, diskon tarif transportasi kami berlakukan lebih awal agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan tidak menumpuk di satu waktu,” terangnya.

Menurutnya, diskon tarif ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban biaya perjalanan, tetapi juga menjadi instrumen pengelolaan arus pergerakan masyarakat agar lebih merata. Ia menegaskan bahwa keterjangkauan tarif harus sejalan dengan pengaturan mobilitas yang aman dan tertib.

“Kami ingin masyarakat bepergian dengan biaya yang lebih ringan, tetapi tetap selamat dan nyaman. Insentif tarif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mengelola arus Nataru agar tidak terjadi penumpukan dan layanan tetap optimal,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo usai menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Nataru, Senin (15/12/2025). Ia menyebutkan, diskon tarif angkutan Nataru diberikan sebagai stimulus sekaligus strategi untuk menekan potensi kemacetan.

“Pemerintah memberikan stimulus dalam rangka mengurai kemacetan. Antara lain dengan memberikan diskon tarif dasar angkutan laut, penyeberangan, serta diskon tiket kereta api sebesar 30 persen,” ungkap Komjen Dedi Prasetyo.

Untuk mengurangi potensi kemacetan lalu lintas, lanjutnya, Polri juga telah menyiapkan berbagai rekayasa arus lalu lintas.

“Baik pada arus mudik maupun arus balik. Polanya antara lain ganjil genap, contra flow, hingga one way,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan bahwa pihaknya akan menyampaikan informasi terkait rekayasa lalu lintas tersebut secara terperinci melalui berbagai kanal, baik media sosial, pemberitaan media massa, maupun saluran lain yang dapat menjangkau masyarakat secara luas.

“Polri juga menyiapkan dan akan mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline. Ini menjadi sarana pengaduan dan pelaporan tanggap darurat, sebagai antisipasi terhadap gangguan keamanan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut jenderal bintang tiga Polri itu, terdapat sejumlah perhatian yang menjadi fokus instansinya selama pelaksanaan Operasi Lilin. Di antaranya pengamanan jalur mudik, jalur balik, serta objek-objek pengamanan yang telah ditetapkan bersama.

Sultra Siap Hadapi Momen Nataru

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan pengawasan transportasi darat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Dr. Muh Rajulan menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik Nataru. Seluruh personel Dishub disiagakan di titik-titik strategis untuk memantau pergerakan masyarakat selama periode libur akhir tahun.

“Posko terpadu pengamanan dan pelayanan juga disiapkan,” ujarnya. Ia menambahkan, Dishub Sultra telah menerapkan sistem elektronik dalam berbagai aktivitas pembayaran di pelabuhan maupun terminal guna menekan praktik percaloan selama musim arus mudik dan balik.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sultra, Syaiful, mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan tiga posko pengawasan.

Posko tersebut tersebar di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kenaikan volume penumpang tertinggi, yakni Terminal Kolaka, Terminal Baruga Kendari, dan Terminal Lakologou Bau-Bau.

“Tiga posko ini kami siapkan khusus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di sektor transportasi darat,” ujarnya.

Selain mendirikan posko, Dishub Sultra juga gencar melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap seluruh moda transportasi darat, baik yang dikelola oleh perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Damri.

“Kami terus berkomunikasi dengan para pengusaha transportasi untuk memastikan kendaraan mereka layak beroperasi. Ramp check juga dilakukan terhadap armada Damri. Ini merupakan bagian dari langkah antisipasi agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman,” terangnya.

Pada momen Nataru kali ini, Dishub Sultra juga akan terlibat dalam posko terpadu bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Forum Lalu Lintas. Namun demikian, titik final posko terpadu tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Di sisi lain, Dishub Sultra memprediksi potensi lonjakan penumpang tertinggi akan terjadi pada rute Kendari–Kolaka dan Kendari–Raha. Kedua rute tersebut dilayani oleh Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) swasta maupun Damri.

“Dua rute itu paling potensial mengalami lonjakan penumpang. Rute Kolaka dilayani beberapa AKDP swasta, sedangkan rute Raha dilayani oleh Damri dan AKDP swasta,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem, Dishub Sultra terus menggencarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memperoleh informasi prakiraan cuaca secara berkala.

“Informasi dari BMKG sangat penting. Dengan begitu, pengemudi bisa menyesuaikan jam keberangkatan, dan kami dapat mempersiapkan kendaraan serta layanan sebaik mungkin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan