KENDARINEWS.COM — Mobil listrik mulai menjadi pilihan alternatif masyarakat untuk perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain menawarkan kenyamanan berkendara yang senyap dan bebas emisi, kendaraan listrik juga dinilai lebih hemat karena tidak membutuhkan bahan bakar minyak. Sejumlah model mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia kini bahkan memiliki jarak tempuh yang memadai untuk perjalanan antarkota, termasuk rute Jakarta–Bandung, tanpa perlu mengisi ulang daya di tengah perjalanan.
Sebagai gambaran, jarak Jakarta–Bandung melalui Tol Cipularang sekitar 150 kilometer. Dengan demikian, mobil listrik yang memiliki jarak tempuh di atas 300 kilometer dalam kondisi baterai penuh secara teori sudah cukup aman untuk digunakan perjalanan satu arah tanpa harus singgah ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dilansir dari Kompas.com, beberapa model mobil listrik yang diklaim pabrikan mampu menempuh perjalanan Jakarta–Bandung tanpa pengisian ulang antara lain Wuling Air ev Long Range yang memiliki jarak tempuh sekitar 300 kilometer. Meski berukuran mungil, mobil ini masih memungkinkan digunakan untuk perjalanan antarkota dengan catatan kondisi lalu lintas relatif lancar dan gaya berkendara tetap efisien.
Wuling Binguo EV juga masuk dalam daftar pilihan dengan jarak tempuh tertinggi mencapai 410 kilometer, sehingga perjalanan ke Bandung dapat dilakukan tanpa khawatir kehabisan daya. Sementara itu, Seres E1 L-Type dengan kapasitas baterai 16,8 kWh mampu menempuh jarak hingga 220 kilometer dan masih tergolong aman untuk perjalanan Jakarta–Bandung satu arah.
Dari segmen hatchback, MG 4 EV menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 425 kilometer berdasarkan standar NEDC. Kapasitas tersebut membuatnya cukup andal untuk melintasi jalur tol dengan kontur naik-turun seperti Cipularang. BYD Dolphin juga menjadi pilihan menarik dengan jarak tempuh 410 kilometer untuk varian Dynamic Standard Range, yang dinilai aman menghadapi potensi kemacetan saat libur Nataru.
Selain itu, Neta V hadir sebagai mobil listrik kompak dengan jarak tempuh sekitar 401 kilometer, sementara BYD Atto 1 varian Dynamic dibekali baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer, cukup untuk perjalanan antarkota tanpa pengisian ulang.
Mobil listrik lain yang tak kalah menarik adalah Aion UT varian standar yang mengusung baterai 44,12 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 kilometer. GWM Ora 03 juga masuk kategori aman untuk perjalanan Jakarta–Bandung dengan baterai Lithium Iron Phosphate 47,8 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Meski secara spesifikasi jarak tempuh mobil listrik tersebut dinilai mencukupi, pengendara tetap disarankan memperhatikan berbagai faktor yang dapat memengaruhi konsumsi daya, seperti kecepatan berkendara, penggunaan AC, kondisi jalan, serta kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi selama musim libur Nataru. Dengan perencanaan yang matang, perjalanan liburan menggunakan mobil listrik dinilai semakin praktis dan nyaman.









































