Bupati Konawe Dorong Penguatan Irigasi

KENDARINEWS.COM — Bupati Konawe, Yusran Akbar, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat manajemen irigasi di seluruh wilayah sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Hal itu ia sampaikan saat membuka Temu Wicara Komisi Irigasi terkait penyusunan jadwal tanam, pola tanam, dan rencana pemberian air untuk Musim Tanam I, II, dan III Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, Kepala Bulog KC Unaaha, perwakilan kelompok tani, serta jajaran teknis pengelola irigasi dari Zona 5 dan 6.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran menekankan bahwa pengelolaan air irigasi merupakan sektor strategis yang memerlukan perencanaan matang agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

“Kegiatan temu wicara ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah, petani, dan pengelola jaringan irigasi,” ujar Yusran Akbar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/11/2025).

Ia menilai bahwa penyusunan jadwal tanam yang akurat sangat penting, mengingat distribusi air harus berjalan efektif sepanjang tiga musim tanam di tahun 2026.

Menurut Yusran, perencanaan yang baik akan meminimalkan risiko kekurangan air di tingkat petani serta mampu mengoptimalkan produksi pertanian, khususnya di wilayah Zona 5 dan 6 yang menjadi kawasan sentra pangan Konawe.

“Saya minta agar pola tanam yang akan disepakati benar-benar mempertimbangkan kondisi lapangan, ketersediaan air, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung,” tegasnya.

Lebih lanjut Yusran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, UPTD irigasi, dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola irigasi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Saya berharap hasil temu wicara ini mampu menghasilkan keputusan strategis yang membawa manfaat nyata bagi petani,” imbuhnya.

Temu wicara tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan pola tanam dan pengaturan distribusi air yang mampu menjawab kebutuhan petani, serta mendorong produktivitas pertanian Konawe pada tahun 2026.

Tinggalkan Balasan