Ratu Maxima Mulai Kunjungan Kerja di Indonesia

KENDARINEWS.COM — Ratu Belanda, Maxima, yang juga menjadi Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk “Financial Health”, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (24/11/2025) malam. Kedatangannya disambut oleh Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.

Friderica akrab disapa Kiki menjelaskan bahwa konsep financial health mencakup literasi dan inklusi keuangan. Ratu Maxima, menurutnya, ingin mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, termasuk bagi anak-anak sekolah.

“Beliau mengusung financial health sebagai upaya membangun kebiasaan keuangan yang sehat bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Kiki di VVIP Lounge Terminal 3 Soekarno-Hatta.

Ratu Maxima akan berada di Indonesia selama tiga hari. Pada Selasa (25/11), ia dijadwalkan langsung terbang ke Solo untuk bertemu masyarakat dan melihat program keuangan inklusif di tingkat akar rumput.

Pada hari kedua, Maxima kembali ke Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar bersama OJK. Di pagi hari, ia akan menghadiri ministerial meeting bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS.

Agenda berikutnya adalah diskusi khusus mengenai skema penipuan dan kejahatan keuangan (scam dan fraud). “Topik ini beliau pilih sendiri, dan sangat relevan dengan upaya kita melalui Indonesia Anti Scam Center,” ujar Kiki.

OJK juga akan menghadirkan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang terdiri dari 21 kementerian dan lembaga.

Selain pertemuan tingkat tinggi, Ratu Maxima akan berdialog dengan sekitar 1.000 warga Jakarta, termasuk penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan pelajar.

Rangkaian kunjungannya kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

Agenda Maxima akan ditutup dengan bilateral meeting bersama OJK untuk membahas secara lebih mendalam program edukasi, literasi, inklusi keuangan, serta strategi pemberantasan penipuan keuangan di Indonesia.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting PBB dalam memperkuat ketahanan dan kesehatan keuangan masyarakat di negara-negara berkembang. (CNBC Indonesia)

Tinggalkan Balasan