DPR Dukung Program BKKBN

KENDARINEWS.COM — Komisi IX DPR RI bekerja sama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kelurahan Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan DPR, terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga, serta memperkuat upaya pengendalian penduduk di daerah.

Anggota Komisi IX DPR RI, H. Ahmad Safei, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan, Komisi IX berkomitmen memberikan dukungan penuh optimalisasi pelaksanaan Program Bangga Kencana.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan agar layanan KB semakin mudah diakses masyarakat.

“Komisi IX DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Khususnya terkait pengendalian penduduk dan pengaturan jarak kelahiran,” ujar Safei dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11/2025).

Lanjut dia, Komisi IX DPR RI akan terus memperkuat sinergi dengan BKKBN, serta pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas keluarga, menekan risiko stunting, dan mendorong keseimbangan pertumbuhan penduduk untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. Asmar, M.Si, selaku narasumber memaparkan implementasi Program Quick Win Kemendukbangga/BKKBN yang mendukung pencapaian prioritas pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden RI. Program tersebut berfokus pada penguatan pengasuhan anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta upaya pengendalian penduduk.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pengaturan jarak kelahiran, melalui penerapan Program 4T, yaitu Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak.

“Upaya ini bertujuan, mencegah kehamilan berisiko, menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta mengurangi kasus stunting di masyarakat,” jelasnya.

Narasumber lainnya, Kepala OPD KB Kabupaten Kolaka, Nur Salam, S.Si, Apt., M.Kes, menyampaikan, program pembangunan keluarga yang difokuskan pada keluarga berisiko stunting, merupakan strategi penting dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.

Program ini dilakukan melalui edukasi, pendampingan, serta intervensi yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal baik fisik maupun kognitif untuk mempersiapkan generasi produktif dalam menghadapi bonus demografi Indonesia.

Sosialisasi ini diikuti unsur pemerintah kecamatan, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader KB, penyuluh KB, mitra kerja, serta masyarakat Kelurahan Hakatutobu.

Tinggalkan Balasan