“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apapun. Baik agama, fisik, suku, ekonomi, gender, maupun domisili. Setiap anak berhak atas pendidikan yang bermutu,” ungkap Sekda Asrun Lio membacakan sambutan Menteri.
Menteri Dikdasmen juga menyoroti arah kebijakan pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas melalui Asta Cita keempat: pembangunan SDM unggul.
Langkah-langkah konkret telah disiapkan, mulai dari perbaikan infrastruktur pendidikan, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dari seluruh unsur—orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media—sangat dibutuhkan untuk menghadirkan pendidikan sebagai layanan publik yang mencetak generasi hebat dan kuat,” terangnya.
Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan Hardiknas tahun ini menjadi refleksi kolektif terhadap komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga negara.
Turut hadir dalam upacara Ketua DPRD Provinsi Sultra, jajaran Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, pejabat eselon III dan IV, serta para siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan. (ikp/ing)









































