Paslon nomor urut 2 dengan tegline “liwu mokesa” itu menyebut bahwa pertanian Mubar sangat potensi untuk dikembangkan karena memiliki tanah yang subur. Selain itu masih banyak lahan-lahan tidur yang belum diolah, sehingga kedepan harus dimanfaatkan secara maksimal. Nantinya jika hasil pertanian Mubar melimpah maka Pemda Mubar akan hadir dengan mencarikan pasar. Sehingga hasil pertanian Mubar bisa didistribusi ke luar dan dibeli dengan harga yang layak.
“Nanti kedepan juga akan ada Persuda yang akan kita bangun untuk menampung hasil-hasil pertanian kalau tengkulak tidak mampu beli,” ungkapnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mubar itu menambahkan kedepan sistim pertanian di Mubar harus termanajemen dengan baik. Sehingga nantinya sektor pertanian di Mubar maju dan memberikan kesejahteraan. “Kita juga akan melakukan pemetaan zonasi untuk produk unggulan di Mubar. Misalnya di Kecamatan Wadaga kita sepakat tanam jagung maka seluruh kebijakan daerah akan diarahkan ke produk unggulan kita,” pungkasnya. (ahi)








































