KENDARINEWS.COM- Radio Republik Indonesia (RRI) Kendari menggelar Gerakan Cerdas Memilih RRI Kendari, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi, informasi politik, berkualitas, proporsional dan adil, sehingga dapat mewujudkan pemilu damai sejuk dan demokratis.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di pelataran Rektorat Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) dengan menghadirkan narasumber Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Asril, S.Sos., M.Si, Kordiv. Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bahari, S.Si., MP. M.H dan Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc., Agric.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Asril, S.Sos., M.Si, mengatakan bahwa pemilih cerdas adalah harapan bangsa oleh karena itu, harus memastikan bahwa calon tersebut cocok untuk menjadi pemimpin. “Setiap calon pasti memiliki visi misi, disitulah kita akan mengetahui apa tujuan mereka. Ketika kita melakukan pencoblosan nanti itu kita tidak bingung lagi, karena kita sudah tau apa tujuan calon tersebut,” ujarnya saat diwawancara usai kegiatan.
Ia juga menjelaskan, bahwa generasi muda saat ini harus melek digital. Jangan ada lagi yang namanya mahasiswa nggak paham teknologi. “Saya pikir mahasiswa itu harus melek teknologi, mengingat saat ini apa-apa serba teknologi,” jelasnya.
Ia juga menghimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar hati-hati dalam bermedia sosial. “Teman-teman ASN diharapkan agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena Bawaslu sangat konsen terhadap komentar-komentar yang ada dalam media sosial. Ketika sudah masuk musim kampanye semua partai politik itu sudah harus menyampaikan bahwa media-media apa saja yang akan menyampaikan kampanye mereka,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc., Agric mengungkapkan bahwa Gerakan Cerdas Memilih merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh RRI serentak diseluruh Indonesia dan RRI Kendari dipusatkan di Pelataran Rektorat Unsultra.
Ia menuturkan, bahwa mahasiswa harus menggelorakan dan mengawal demokrasi demokrasi melalui dari kegiatan tridharma, pendampingan masyarakat, advokasi dan kontrol sosial. “Peran mahasiswa dalam mengawal demokrasi dengan modal pokok yakni idealisme dan independensi. Jika mahasiswa dalam melakukan kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi untuk kebaikan tidak boleh dipengaruhi oleh kelompok atau pihak-pihak tertentu, tuturnya.
Ia menambahkan, peran pemuda dan mahasiswa sangat penting, sehingga mahasiswa harus menjadi pemilih cerdas demi masa depan daerah, masyarakat dan kemajuan bangsa negara, sesuai depan dengan tujuan berbangsa dan bernegara. Suara setiap pemilih sangat menentukan keberlangsungan pembangunan, kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
Sebelum menentukan pilihan, perlu temu kenali calon yang akan dipilih, terkait rekam jejak integritas, tingkat Pendidikan dan kapasitas diri, prestasi kerja. Era dengan kemajuan IT saat ini mudah kita menemukan informasi, tetapi juga harus cerdas mencari, mengetahui dan memahami informasi yang benar khususnya terkait Pemilu dan rekam jejak calon sehingga dapat memilih secara cerdas.
“Peran Kampus diharapkan tidak hanya memastikan demokrasi secara prosedural tetapi yang sangat diharapkan adalah peningkatan peran untuk berkontribusi guna terwujudnya demokrasi yang mapan dan substansial. Demokrasi substansial suatu demokrasi yang benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai seperti toleransi, menghormati pendapat, memahami dan menyadari keberagaman masyarakat, menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia, dan kebebasan berpendapat,” pungkasnya.(win/kn)










































