Kepemilikan KIA di Konut Belum Penuhi Target

KENDARINEWS.COM — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil ) Kabupaten Konawe Utara (Konut) masih memiliki target yang belum tercapai. Terutama dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kartu identitas anak (KIA). Dari target 70 persentase administrasi kepemilikan KIA, Konut baru berada di atas 56 persen. Artinya, masih terdapat 14 persen lagi yang harus dimaksimalkan agar bisa mencapai target, atau 44 persen untuk 100 persen. “Iya baru 56 persen kepemilikan kartu identitas anak di daerah ini,” ujar Kepala Disdukcapil Konut, Drs. Mili, Kamis (17/3).

Mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Konut itu menjelaskan, seluruh komponen Disdukcapil telah memaksimalkan potensi dalam melakukan pencatatan anak wajib KIA. Hanya saja, masih terdapat kendala di lapangan. “Kendala utama, orang tua yang tidak proaktif memberikan data anak-anaknya. Padahal kita sudah làkukan dengan cara turun langsung jemput bola ke sekolah-sekolah,” ungkap Mili.

Drs. Mili

Kemudian kendala lain, orang tua siswa yang tidak berada di tempat bermukim. Justru berada di luar Konut, seperti di Morowali bahkan berada di luar negeri. Sehingga menjadi penghambat dalam proses penerbitan KIA bagi anak. Meski demikian, Disdukcapil tetap optimis mengejar target kepemilikan KIA dengan strategi jemput bola pada lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK).

“Kemudian strategi lainnya dengan cara integrasi. Artinya, warga Konut yang mengurus kartu keluarga dan akta kelahiran, sudah langsung diterbitkan KIA sesuai yang tertera dalam administrasi KK,” sambungnya. Mili menjelaskan, bagi masyarakat Konut yang anaknya belum memiliki KIA sangat mudah untuk mengurusnya. Tinggal membawa fotokopi KK, KTP orang tua dan akta kelahiran serta mengisi formulir yang telah disiapkan Disdukcapil.

“Syarat ini berlaku untuk anak usia 0-5 tahun. Sedangkan anak berusia 5-17 tahun kurang 1 hari, diwajibkan melampirkan foto berwarna ukuran 2×3 sebanyak dua lembar. Nah, kalau orang tuanya mengurus akta kelahiran, langsung diterbitkan juga KIA,” ujarnya. Fungsi KIA berguna bagi identitas kependudukan anak yang memiliki fungsi hampir sama dengan kartu tanda kependudukan (KTP). KIA berlaku bagi usia 17 tahun ke bawah. “Kedepannya, pelayanan kesehatan, pendidikan, pembukaan buku rekening di bank oleh anak harus sudah menggunakan KIA yang modelnya hampir sama dengan KTP,” pungkas Mili. (c/min)

Tinggalkan Balasan