KENDARINEWS.COM-Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (FTIK IAIN) Kendari menghadirkan perspektif pendidikan global dari enam negara dalam kegiatan Pembekalan Pengalaman Lapangan Persekolahan (PLP), yang melibatkan 725 mahasiswa.
Narasumber internasional dan nasional yang hadir berbagi pengalaman, diantaranya Estela P. Leon-Carino (Filipina), Wissam Saad (Australia), Josh Zhang (China), Oguz Maras (Turkiye), PN Noor Jannah Keman (Malaysia), Noor Azza Ibrahim (Malaysia), Khailani A. Jalil (Malaysia), Fauziah Fauzan (Indonesia), Abdul Rahman (Indonesia), dan Junaiddin Pagala (Indonesia).
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag mangatakan bahwa, kegiatan ini mengusung tema Sinergi Pembelajaran Kontekstual dan Digital dalam Implementasi Kurikulum: Penguatan Kompetensi Guru dan Peserta Didik, yang menekankan pentingnya keterpaduan antara konteks lokal, nilai-nilai adab, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag menegaskan bahwa PLP FTIK merupakan tahapan strategis dalam membentuk karakter, profesionalisme, dan daya saing mahasiswa sebagai calon guru yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“PLP menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik, keterampilan pedagogik, serta nilai adab dalam praktik pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan tantangan global,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa, kehadiran narasumber internasional dari berbagai negara dapat memberikan pengayaan perspektif dan pengalaman lintas budaya yang penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini. “Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara, dimana mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini,” ucapnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Estela P. Leon-Carino, EdD., CESO III, Regional Director Department of Education Republik Filipina (Cordillera Administrative Region), memaparkan perbandingan implementasi kurikulum dan pembelajaran kontekstual di Indonesia dan Filipina. “Pentingnya sensitivitas budaya dan pemahaman konteks lokal dalam praktik pendidikan,” ungkapnya.
Narasumber dari Malaysia, PN Noor Jannah Keman, Noor Azza Ibrahim, dan Khailani A. Jalil, menyoroti penguatan karakter, peran nilai adab dalam pendidikan, serta tantangan guru di tengah perubahan sosial dan teknologi. Noor Azza Ibrahim secara khusus menegaskan bahwa profesi guru tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian peserta didik.
“Menjadi guru berarti menanamkan adab ke dalam diri peserta didik, karena adab merupakan pondasi utama dalam proses pendidikan,” kata Noor Azza Ibrahim.
Kemudian, Wissam Saad dari Australia, Josh Zhang dari China, dan Oguz Maras dari Turkiye memaparkan dinamika pendidikan global serta pentingnya inovasi pembelajaran. Josh Zhang mendorong calon guru untuk memanfaatkan teknologi secara optimal, mengingat seluruh negara saat ini berkompetisi dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi pendidikan.
“Guru perlu adaptif dan inovatif, karena penguasaan teknologi menjadi salah satu kunci daya saing pendidikan di tingkat global,” pesan Josh Zhang.
Sementara itu, narasumber nasional Fauziah Fauzan bersama Abd. Rahman, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, menyampaikan penguatan kompetensi guru profesional serta urgensi transformasi pembelajaran digital di sekolah.
Tempat yang sama, Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, S.T., M.T., memaparkan tantangan dan peluang dunia kerja di era digital yang perlu diantisipasi sejak proses pendidikan.
“Melalui pembekalan PLP ini, FTIK IAIN Kendari berharap mahasiswa memiliki kesiapan akademik, pedagogik, dan profesional yang lebih komprehensif, serta mampu memadukan nilai adab, teknologi, dan perspektif global dalam praktik pembelajaran di sekolah,” tambahnya.









































