KENDARINEWS.COM — Wali Kota Kendari, dr Hj Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman, mengambil langkah strategis di awal kepemimpinan mereka. Keduanya melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti ratusan kepala sekolah pada jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Kendari. Para kepala sekolah pengganti dilantik di Aula Teporombua, Balai Kota Kendari, Jumat (12/12/2025).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, dr Hj Siska Karina Imran, dan disaksikan Wakil Wali Kota Sudirman, serta dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Kendari.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Penekanan disampaikan mulai dari komitmen, dedikasi, hingga larangan keras praktik jual beli jabatan.
“Kita ingin para pemimpin baru ini menjadi role model yang dapat dipercaya, penggerak budaya positif, serta ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan di Kota Kendari,” ujar Siska Karina Imran.
Ia juga mengingatkan seluruh guru dan kepala sekolah bahwa tugas mendidik tidak hanya sebatas mengajar siswa di ruang kelas setiap hari, tetapi juga menyiapkan generasi penerus daerah dan bangsa. Anak-anak tersebut merupakan calon pemimpin masa depan yang akan membangun Kendari.
“Tanggung jawab ini bukan sekadar melekat pada jabatan, tetapi harus tertanam di hati dan jiwa. Masa depan kita semua sangat bergantung pada bagaimana kita mendidik mereka hari ini,” tegasnya.
Siska menambahkan, posisi kepala sekolah merupakan pucuk pimpinan yang menentukan arah dan kualitas sekolah. “Jika bapak ibu kokoh dalam prinsip, maka guru, staf, dan siswa akan ikut stabil dan maju. Namun jika bapak ibu goyah, sekolah juga akan goyah, bahkan bisa jatuh. Karena itu, saya menaruh harapan besar kepada bapak ibu semua. Ini tanggung jawab besar dan jangan sampai salah pilih,” jelasnya.
Penekanan lain yang disampaikan wali kota adalah larangan tegas terhadap praktik suap dan jual beli jabatan. Bahkan, Siska menyebut praktik tersebut sebagai perbuatan yang diharamkan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan dilakukan secara adil dan tidak ada pihak yang membayar untuk memperoleh jabatan.
“Jika nantinya terbukti ada yang melakukan itu, baik yang membayar, yang memberi, maupun yang menerima, tidak peduli siapa pun orangnya, apakah kepala dinas, sekretaris dinas, bahkan Kepala BKPSDM, pasti akan dicopot dari jabatannya. Jangan ada yang coba-coba, karena kita akan tegas menegakkan hukum,” tegasnya.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul pengakuan wali kota yang menerima laporan terbaru dari Polres Kendari terkait adanya praktik dan perbuatan yang mencoreng dunia pendidikan.
“Ini merupakan pukulan telak bagi kita semua. Kita tidak boleh diam. Mari saling mengingatkan setiap hari, bukan hanya kepada siswa saat apel pagi, tetapi juga kepada sesama guru dan kepala sekolah. Jangan biarkan bibit-bibit buruk tumbuh di jiwa pendidik, karena itu bisa merusak masa depan anak-anak kita,” ingatnya.
Di tengah berbagai isu negatif yang kerap melanda dunia pendidikan, wali kota juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekolah dari perbuatan asusila.
“Pendidik harus menjadi teladan, bukan sumber masalah. Perbuatan asusila bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga menghancurkan kepercayaan dan masa depan pihak-pihak yang terlibat. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk tumbuh dan belajar,” jelasnya.
Selain itu, Siska menegaskan bahwa seluruh kasus akan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa memandang latar belakang pelaku. “Kita adalah negara hukum. Bahkan jika keluarga sendiri yang terlibat, tetap harus diproses. Kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Yang bersalah akan dihukum, dan yang benar akan dibela,” terangnya.
Siska juga meminta para kepala sekolah yang baru dilantik untuk membangun pendidikan yang lebih baik melalui tiga langkah kunci. Pertama, pendekatan holistik dengan mengedepankan kasih sayang. “Dekati anak-anak, dengarkan cerita mereka, dan berikan dukungan. Jika ada siswa yang sulit ditangani dan guru sudah berupaya maksimal, lebih baik dikembalikan kepada keluarga daripada menimbulkan persoalan yang lebih besar,” jelasnya.
Kedua, pembelajaran inovatif serta pemanfaatan teknologi secara bijak. “Gunakan teknologi untuk menciptakan pengelolaan sekolah yang transparan dan pembelajaran yang lebih menarik. Jangan tertinggal oleh perkembangan zaman. Anak-anak kita membutuhkan keterampilan untuk bersaing di dunia modern,” paparnya.
Ketiga, penguatan karakter peserta didik. “Selain prestasi akademik, kita harus menanamkan nilai akhlak, disiplin, dan kreativitas. Ciptakan generasi yang berdaya saing tinggi, tetapi tetap memiliki hati dan karakter yang baik,” pungkasnya.







































