KENDARINEWS.COM-Bupati Buton Tengah, Azhari memastikan perayaan Kande-Kandea tahun ini tetap digelar meriah. Namun tanpa hiburan joget. Keputusan itu merupakan hasil kesepakatan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
Bupati Azhari mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah melihat dampak yang kerap ditimbulkan dari kegiatan joget, yang dinilai menjadi salah satu pemicu perkelahian antar pemuda hingga konflik antar kampung.
“Kita sudah beberapa bulan terakhir sepakat dengan Polres, dengan Dandim, dan seluruh tokoh masyarakat untuk tidak ada joget. Alhamdulillah, angka perkelahian menurun,” kata Azhari, Kamis (26/2).
Menurutnya, tren penurunan angka kriminalitas itu menjadi alasan kuat agar kesepakatan tersebut tetap dijaga, termasuk dalam momentum Kande-Kandea di Kecamatan Sangia Wambulu. Meski demikian, Bupati Azhari menegaskan masyarakat tetap bisa merayakan kegiatan adat dengan penuh semangat.
Ia mendorong agar hiburan diganti dengan kegiatan yang lebih positif dan membangun kebersamaan masyarakat.
“Kita tetap adakan sesemarak dan sekhidmat mungkin, tapi tidak ada joget. Bisa diganti dengan lomba voli antar tiga kabupaten di Kecamatan Sangia Wambulu, futsal, atau kegiatan lain. Silakan dirapatkan oleh kepala desa dan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan nilai budaya dan religius yang melekat di Kecamatan Sangia Wambulu. Menurutnya, sebagai daerah yang dikenal memiliki tokoh ulama besar, hiburan yang berpotensi menimbulkan keributan sebaiknya ditinggalkan secara bertahap.
“Joget itu lebih banyak masalahnya daripada manfaat. Selain memancing keributan, juga tidak sesuai dengan budaya yang kita bawa. Tokoh-tokoh adat kita semua sudah setuju,” pungkasnya.
Dengan komitmen bersama itu, Pemkab Buton Tengah berharap perayaan adat tetap berjalan aman, tertib, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta keagamaan masyarakat. (deh)
