KENDARINEWS.COM– Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) secara resmi memasuki fase awal penataan kawasan Pusat Wisata Terpadu Baruta–Kamama Mekar, yang sekaligus diresmikan sebagai aset resmi daerah. Kawasan yang memiliki nilai sejarah mendalam ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan yang terintegrasi, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Bupati Buton Tengah, Azhari, menyampaikan bahwa penataan kawasan ini merupakan langkah strategis dalam mengelola potensi wisata berbasis sejarah, budaya, dan pemberdayaan masyarakat, yang menjadi arah penting pembangunan daerah.
“Ini adalah fase awal pemerintah daerah untuk memulai penataan khusus kawasan terpadu wisata Kamana dan Baruta. Kawasan ini kita namakan Pusat Wisata Terpadu Baruta–Kamama Mekar, dan hari ini secara resmi dihibahkan menjadi aset Pemkab Buteng,” ujar Azhari pada acara peresmian yang diadakan Senin (5/1) di lokasi kawasan.
Kawasan Baruta–Kamama Mekar merupakan lahan warisan masa lalu Kadie Baruta, yang selama bertahun-tahun tetap terjaga berkat peran masyarakat setempat dan tokoh adat. Menurut Azhari, perawatan yang dilakukan secara turun-temurun oleh tokoh adat Pak Lamaasi menjadi dasar penting dalam pengelolaan kawasan ini.
“Lahan ini adalah warisan masa lalu Kadie Baruta yang telah dipelihara dan dijaga oleh orang tua kita, Pak Lamaasi. Dengan status sebagai aset daerah, kami berkomitmen untuk melestarikan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.
