KENDARINEWS.COM— Dalam suasana penuh semangat menyambut Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang memasuki usia ke-100 tahun, Muslimat NU Kota Kendari menggelar kegiatan spesial berupa lomba Mars dan Hymne Muslimat NU pada hari Sabtu (24/1). Dengan tema ‘Semangat Menyongsong Perempuan Muslimat NU dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045’, acara ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat jiwa keorganisasian dan semangat persatuan di kalangan anggota perempuan NU di Kota Kendari.
Sebanyak enam Pimpinan Cabang Muslimat NU (PACMNU) dari berbagai wilayah berhasil tampil, yaitu PACMNU Kadia Poasia, Baruga, Wuawua, Mandonga, dan Kendari Barat. Meski awalnya ada delapan yang mendaftar, namun hanya enam yang siap menunjukkan kemampuan dan penghayatan mereka terhadap Mars dan Hymne yang menjadi identitas gerakan perempuan NU.
Hj. Umi Hana, Ketua Muslimat NU Kota Kendari sekaligus pengawas madrasah, menjelaskan bahwa lomba ini memiliki makna mendalam. “Ini bukan sekadar perlombaan seni, melainkan bagian dari upaya organisasi dan pemberdayaan anggota. Melalui penghayatan setiap bait Mars dan Hymne, kita mengasah kemampuan seni sekaligus mencerdaskan akal pikiran dengan nilai-nilai Islam Ahlussunah Waljamaah dan cinta tanah air yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Untuk menjamin objektifitas penilaian, panitia mengutus tiga ahli sebagai dewan juri, yakni Dra. Hj Yuni Susilowati, Hj Binti Umar, dan Ustadz Mazal Amri M.Pd.I. Mereka akan menilai tidak hanya keakuratan irama dan lirik, tetapi juga tingkat penghayatan serta kemampuan menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya.
Dalam kesempatan yang sama, Umi Hana juga mengungkapkan filosofi kerja Muslimat NU Kota Kendari yang selalu berlandaskan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah dan cinta kepada NKRI. Selain kegiatan khusus Harlah NU, mereka juga secara rutin menyelenggarakan pengajian bulanan dengan berbagai sub-program seperti pengajian umum, Yasin dan Tahlil, pembelajaran mengaji yang benar, serta kegiatan barasanji untuk mempererat silaturahmi.
“Peran perempuan sangat krusial dalam membangun bangsa. Sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus, perempuan Muslimat NU diharapkan dapat berkontribusi konkret dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sebab, negara yang unggul tidak hanya dilihat dari kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga dari tingkat moralitas dan integritas yang tinggi,” tegasnya.
Tak dapat disembunyikan, Muslimat NU Kota Kendari juga menghadapi tantangan dalam menyatukan persepsi dan mengumpulkan anggota untuk berpartisipasi maksimal. Faktor kesibukan sehari-hari menjadi kendala utama, sehingga mereka menyesuaikan jadwal pengajian dari mingguan menjadi bulanan yang membuat antusiasme anggota meningkat. “Yang penting adalah kita bisa menyatukan perbedaan dalam satu tujuan yang sama, yaitu membangun perempuan NU yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan lomba ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Harlah NU ke-100, tetapi juga momentum untuk memperkuat tali persaudaraan dan semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan cita-cita bersama menuju Indonesia yang lebih baik.(lis)
