Tekan Risiko Penularan, Kodim 1413/Buton Bekali Prajurit dan Persit Edukasi HIV/AIDS

KENDARINEWS.COM-– Komando Distrik Militer (Kodim) 1413/Buton menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS bagi seluruh prajurit dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini diadakan secara luring di Aula Kodim 1413/Buton, Kota Baubau, dan daring untuk personel yang bertugas di wilayah kepulauan, guna memastikan seluruh elemen dapat mengikuti.

Penyuluhan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Baubau, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di lingkungan militer dan keluarga prajurit. Acara dibuka langsung oleh Komandan Kodim 1413/Buton Letkol Inf Arif Nofiyanto, S.E., yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kodim 1413/Buton.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Arif Nofiyanto menekankan bahwa penyuluhan ini sebagai langkah preventif krusial untuk melindungi prajurit dan keluarganya. “Pemahaman yang benar terkait bahaya, cara penularan, serta pencegahan HIV/AIDS sangat dibutuhkan agar tidak terjadi penyebaran penyakit maupun stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV),” ujarnya. Ia menambahkan, pengetahuan ini menjadi bekal bagi prajurit dan keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat serta menjauhi perilaku berisiko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina, SKM, M.Si., sebagai narasumber, menjelaskan bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala pada tahap lanjut infeksi HIV.

“HIV tidak mudah menular dan hanya dapat menyebar melalui empat cairan tubuh: darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI),” jelas Yuslina. Ia juga memaparkan empat jalur utama penularan, yaitu hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah tidak terskrining, serta penularan dari ibu ke bayi saat kehamilan, persalinan, atau melalui ASI.

Sebagai upaya pencegahan, Yuslina mengimbau agar menunda hubungan seksual bagi yang belum menikah, setia pada satu pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan seksual berisiko, menolak penyalahgunaan NAPZA, menghindari jarum suntik bergantian, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi dini.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penyembuh dan pencegah HIV/AIDS. Pengobatan harus dilakukan seumur hidup dengan biaya yang tidak sedikit, serta dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Melalui kegiatan ini, Kodim 1413/Buton mendukung pencapaian target Three Zero 2030: Zero Kasus Baru HIV, Zero Kematian akibat AIDS, dan Zero Stigma serta Diskriminasi. “Stop stigma dan diskriminasi, mulai dari pengetahuan,” tutup Yuslina.(mel)