KENDARINEWS. COM-– Fenomena alam yang mengejutkan melanda kota Netivot di wilayah selatan Israel. Puluhan ribu lebah tiba-tiba menyerbu kawasan perkotaan dan pusat perbelanjaan pada Rabu kemarin, memicu kepanikan massal dan memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan darurat.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pemandangan yang mencekam: langit kota tampak gelap tertutup kawanan serangga, sementara jalanan, kendaraan yang terparkir, hingga fasilitas umum diselimuti oleh lebah dalam jumlah yang sangat besar. Suasana yang digambarkan warga seperti “invasi” ini membuat aktivitas sehari-hari lumpuh seketik.
Menyadari situasi yang tidak biasa, para pemilik toko di kompleks perbelanjaan segera menutup rapat pintu dan jendela untuk menghindari kontak langsung dengan lebah. Banyak warga yang sedang beraktivitas di luar terpaksa berlindung di dalam bangunan dan bertahan di sana hingga situasi dinyatakan aman.
Pemerintah kota Netivot segera mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh penduduk untuk tetap berada di dalam rumah, menutup celah ventilasi, dan menjauhi area yang diduduki lebah sampai tim ahli menangani situasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban luka akibat sengatan. Namun, ketakutan dan kekhawatiran tetap melanda masyarakat setempat.
Dampak kehadiran kawanan lebah ini ternyata cukup luas. Dilaporkan bahwa serangga tersebut sempat masuk ke area fasilitas militer, bahkan menyelimuti bagian mesin sebuah pesawat, sehingga menghambat proses lepas landas dan memaksa operasi dihentikan sementara waktu.
Menurut penjelasan para ahli dan peternak lebah, kejadian ini sebenarnya merupakan bagian dari siklus alami migrasi lebah untuk mencari lokasi sarang baru, yang biasanya terjadi pada musim tertentu. Namun, skala jumlah yang sangat besar dan kemunculannya di tengah kawasan padat penduduk menjadikan peristiwa ini sangat jarang terjadi dan menarik perhatian.
“Kawanan lebah ini bergerak mengikuti ratunya. Mereka tidak dalam mode menyerang, namun akan menjadi agresif jika merasa terganggu atau terancam,” jelas salah satu ahli entomologi.
Di wilayah yang sudah terbiasa dengan situasi keamanan yang tidak menentu dan sering terdengar sirene peringatan, kemunculan fenomena alam ini memicu reaksi yang lebih intens. Banyak warga yang merasa cemas, sementara di media sosial, peristiwa ini menjadi bahan perbincangan hangat, bahkan dikaitkan dengan berbagai tafsir dan narasi simbolis.
Manajemen pusat perbelanjaan “Tsim Urban” memastikan bahwa tim ahli lebah telah dikerahkan untuk memindahkan kawanan tersebut ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari pemukiman, agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Insiden ini terjadi tak lama setelah viralnya video ribuan burung gagak yang juga menyerbu wilayah Israel, menambah daftar fenomena alam yang mengejutkan di negara tersebut belakangan ini.(net)
