KENDARINEWS.COM– Sebuah peristiwa mengerikan mengguncang Desa Awonio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun bernama Rafli diduga diterkam buaya saat mandi sekaligus mencuci pakaian di Sungai Awonio pada Senin (5/1) sekitar pukul 13.05 Wita. Hingga sore hari, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian oleh tim SAR terus berlanjut.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sekitar pukul 15.10 Wita dari pihak terkait di Konsel. Tak lama kemudian, Tim Rescue KPP Kendari langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.30 Wita, meskipun jarak tempuh mencapai sekitar 64 kilometer dari kantor SAR Kendari.
“Kami segera merespons laporan yang masuk dengan mengirimkan tim dan peralatan yang dibutuhkan. Peristiwa ini terjadi ketika korban bersama temannya sedang mandi di sungai setelah pulang sekolah,” ungkap Kepala KPP Kendari, Amiruddin.
Menurut keterangan yang diterima, Rafli tiba-tiba diserang oleh buaya saat berada di perairan sungai. Pihak keluarga dan warga setempat segera melakukan upaya pencarian awal, namun tidak mendapatkan hasil apapun sehingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke tim SAR.
Operasi pencarian yang sedang berlangsung melibatkan berbagai unsur terkait, antara lain personel KPP Kendari, BPBD Konawe Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Konsel, Bhabinkamtibmas setempat, masyarakat sekitar, serta keluarga korban. Berbagai peralatan SAR juga telah dikerahkan untuk mendukung operasi, seperti mobil rescue, ambulans, perahu karet, peralatan medis, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan keselamatan lainnya.
Selama operasi berjalan, kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan sedang hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar 1 kilometer per jam dari arah utara, yang sedikit menyulitkan proses pencarian.
“Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan. Tim kami akan terus melakukan upaya pencarian sekeras mungkin, dan kami akan segera menyampaikan perkembangan terbaru jika ada kabar mengenai korban,” tegas Amiruddin.
Kepada masyarakat sekitar, pihak SAR mengimbau untuk lebih berhati-hati ketika berada di sekitar perairan sungai yang dikenal memiliki populasi buaya, terutama pada jam-jam tertentu dan saat kondisi air berubah.
