KENDARINEWS.COM–Duet pemimpin Konawe, Bupati Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim berikhtiar merawat dan menjaga generasi penerus di daerahnya. Ikhtiar itu dengan menjauhkan anak-anak muda Konawe dari potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Dari 348 desa dan kelurahan yang tersebar di 28 kecamatan, nyaris seluruh wilayah teridentifikasi sebagai jalur perlintasan narkoba.
Bupati Yusran Akbar berkomitmen atas ikhtiarnya membebaskan daerahnya dari potensi
penyalahgunaan dan peredaran narkoba dengan menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe dan Polres Konawe. Salah satu bentuknya adalah pemeriksaan urine secara rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.
Bupati Yusran merancang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Pencegahan Narkoba di tingkat desa dan kelurahan. Satgas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memutus rantai peredaran narkoba hingga ke akar rumput.
“Kami sedang membahas bersama BNNK terkait rencana kerja sama dengan pemerintah daerah untuk membentuk Satgas terpadu di desa atau kelurahan,” ujar Bupati Yusran usai diskusi bersama Kepala BNNK Konawe Kompol Tira Wijaya, Senin (20/10/2025).
Dalam pemikiran Bupati Yusran, langkah pembentukan Satgas Terpadu di desa/kelurahan melalui pelatihan kader melalui program pelatihan berjenjang. “Rencananya akan diawali dengan mengadakan TOT (Training of Trainer) yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing desa,” jelas Bupati Yusran.
Ia menjelaskan pemerintah harus hadir dalam menciptakan ruang-ruang positif yang bisa menekan potensi keterlibatan pemuda dengan dalam lingkaran penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
“Pemerintah akan terus berjuang memerangi narkoba di Konawe. Generasi muda adalah aset masa depan daerah dan bangsa, sehingga mereka harus terlindungi dari ancaman narkoba,” jelas Bupati Yusran.
“Kita harus membuat kegiatan yang bermanfaat bagi para pemuda sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk terlibat hal-hal negatif seperti mengonsumsi narkoba,” sambung Bupati Yusran.
Menurut Bupati Yusran, keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan produktif dapat mengarahkan mereka pada pola hidup sehat. Bahkan menjauhkan mereka dari segala potensi tindakan menyimpang.”Pemerintah harus menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi dan penyaluran bakat dan minat sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba,” tutur Bupati Yusran.
Bupati Konawe, Yusran Akbar (kanan), dan Ketua TP PKK Konawe, Hj.Hania (kiri) merangkul anak-anak muda Konawe dalam kegiatan positif sebagai upaya menjauhkan generasi muda Konawe dari potensi pengaruh penyalahgunaan narkoba.
BNN Konawe Dukung Langkah Bupati Yusran
Kepala BNNK Konawe, Kompol Tira Wijaya, mendukung penuh langkah Bupati Konawe Yusran Akbar dalam menyelamatkan generasi Konawe dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai, perang melawan narkoba tak bisa dibebankan hanya pada pundak BNN, melainkan perlu keterlibatan semua pihak. “Persepsi masyarakat perlu diedukasi. Pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kompol Tira juga menilai program yang digagas Bupati Konawe sebagai terobosan penting dalam strategi pencegahan di tingkat desa. “Program yang tengah digagas Bapak Bupati ini luar biasa. Jika berhasil diterapkan, Satgas di setiap desa dan kelurahan akan sangat membantu kerja BNNK dalam pencegahan peredaran narkoba di Konawe,” ungkapnya. (adv)
