KENDARINEWS.COM–Letak geografis Kabupaten Konawe yang luas terkadang menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dan stakeholder dalam mendekatkan pelayanan kesehatan. Aspek geografis Konawe sekaligus menjadi tantangan dalam ikhtiar Bupati Yusran untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya.
Bupati Yusran beruntung memiliki Ketua Tim Penggerak PKK Hj.Hania yang berinovasi melahirkan aplikasi pelayanan berbasis digital. Aplikasi itu diberi nama Sistem Informasi Keluarga Sejahtera dan Harmonis (Simanis) dan Sistem Layanan Keluhan Posyandu (Syahdu). Dua aplikasi itu diluncurkan Bupati Yusran, Senin (24/11/2025).
Peluncuran aplikasi Simanis dan Syahdu itu menjadi penegasan pengabdian Bupati Yusran menembus batas ruang dan waktu. “Kita memasuki era baru pelayanan publik dalam bidang kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat. Melalui aplikasi Simanis dan Syahdu, kita menghadirkan inovasi digital yang akan mempermudah, mempercepat dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” Bupati Yusran saat meluncurkan aplikasi Simanis dan Syahdu yang dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Konawe.
Ia berharap inovasi digital digagas TP PKK Konawe itu segera diaplikasikan dan dibuat semakin mudah dalam pengoperasiannya. “Saya yakin ibu-ibu pengurus TP PKK bisa mengoperasikan, karena di smartphone-nya sudah ada TikTok, Instagram, dan Facebook. Itu artinya, siap juga untuk menggunakan aplikasi Simanis dan Syahdu ini,” tutur Bupati Yusran.
Ia meminta seluruh pengurus TP PKK kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan untuk tidak bosan turun langsung ke masyarakat. “Teruslah bergerak door to door dan temui masyarakat dan keluarga karena di sanalah letak kerja kita yang sebenarnya. Dari situlah program Pemerintah Kabupaten Konawe bisa terealisasi dalam upaya mendukung program pemerintah pusat,” pinta Bupati Yusran.
Aplikasi Simanis dan Syahdu ini hanyalah alat namun keberhasilan sangat tergantung pada komitmen dan dedikasi semua elemen dalam mengoperasikannya. Olehnya itu, Bupati Yusran meminta TP PKK intens melakukan pendampingan dan monitoring. “Pastikan aplikasi ini benar-benar digunakan dan memberikan manfaat maksimal,” tegas Bupati Yusran.
Ia juga mengingatkan kader PKK untuk adaptif dengan teknologi. Pelatihan akan terus dilakukan. “Yakinlah, sistem ini akan sangat membantu pekerjaan anda dalam melayani masyarakat,” ungkap Bupati Yusran.
Mendekatkan Pelayanan Publik Berbasis Digital
Bupati Konawe Yusran Akbar mengatakan, aplikasi Simanis dan Syahdu ini sangat baik, dan membantu dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Untuk itu harus dibarengi dengan keandalan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk beradaptasi dengan kemajuan digital saat ini, termasuk dalam pengaplikasian Simanis dan Syahdu.
Bupati Yusran mengapresiasi seluruh tim pengembang aplikasi TP PKK Konawe yang telah bekerja keras sehingga lahirlah Simanis dan Syahdu sebagai bentuk mendekatkan pelayanan publik berbasis digital. “Semoga ke depan kita bisa terus melahirkan aplikasi-aplikasi lain yang dapat membantu digitalisasi pemerintahan kita,” ujarnya.
Ia berharap OPD dan mitra kerja Pemkab Konawe termotivasi melahirkan inovasi dalam kaitannya dengan pelayanan kepada masyarakat. “Saya harap akan ada inovasi lainnya, agar Kabupaten Konawe tidak tertinggal dari daerah lain. Daerah lain sudah mulai berlari cepat dalam pembangunan, maka kita pun harus siap bersaing. Karena itu saya berharap seluruh OPD bisa bekerja lebih fokus, efektif, dan efisien,” tegas Bupati Yusran.
Melayani di Tengah Keterbatasan Anggaran
Bupati Konawe Yusran Akbar mengapresiasi kerja keras TP PKK Konawe dalam komando Hj.Hania. Di tengah keterbatasan anggaran, Ketua TP PKK Konawe, Hj.Hania mampu melahirkan aplikasi Simanis dan Syahdu, sekaligus mendesain kegiatan peluncuran aplikasi itu dengan spektakuler.
“Ibu Ketua PKK menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran minimal, namun tetap bisa berjalan baik. Dan itu patut kita syukuri bersama,” apresiasi Bupati Yusran.
Sementara itu, Ketua TP PKK Konawe, Hj.Hania sangat bersyukur karena kegiatan peluncuran aplikasi Simanis dan Syahdu berjalan sukses sebagai wujud sinergisitas digital untuk melayani warga.
“Berkat kerja keras tim hebat dari PKK dan Posyandu, semuanya bisa terlaksana dengan baik. Anggaran kegiatan ini tidak kami ambil dari PKK maupun Posyandu, tetapi merupakan hasil rembukan dan pengaturan anggaran yang dilakukan sebaik mungkin oleh seluruh tim,” ujar Hj.Hania.
Ia menuturkan proses lahirnya aplikasi Simanis dan Syahdu yang terinspirasi dari tantangan letak geografis Konawe yang sangat luas. “Dari 28 kecamatan, ada daerah yang sulit dijangkau, dan ini menjadi tantangan tersendiri. Karena tantangan itulah muncul ide melahirkan aplikasi agar laporan-laporan kegiatan di desa dan kelurahan yang tidak dapat saya jangkau tetap bisa saya terima. Termasuk agar keluhan-keluhan masyarakat di Kabupaten Konawe segera kami diketahui,” tutur Hj.Hania.
Ia mengaku selama ini, hampir tidak ada informasi yang masuk dengan cepat. Hj.Hania meyakini dengan adanya aplikasi Simanis dan Syahdu ini, mempermudah kerja-kerja kader PKK. “Kondisi geografis daerah kita tidak seperti di kota. Di Kabupaten Konawe, jarak antar desa dan kecamatan jauh. Karena itu dengan aplikasi Simanis dan Syahdu ini, kita dapat menerima informasi bisa lebih cepat, laporan bisa diterima lebih dini, dan keluhan masyarakat bisa segera ditangani,” tutup Hj.Hania. (adv)
