KENDARINEWS.COM–Sektor perikanan dari perairan di Kabupaten Konawe sangat berpotensi. Saat berkunjung di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026), Bupati Konawe Yusran Akbar melihat potensi perikanan itu.
Ia meyakini potensi perikanan di Konawe memiliki daya dorong terhadap peningkatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama para nelayan. Untuk itu, Bupati Yusran bertekad mengembangkan dan meningkatkan produksi sektor perikanan.
Bupati Konawe Yusran Akbar (gestur menunjuk) memberikan arahan kepada stafnya terkait maksimalisasi dermaga PPI Soropia Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026).
Langkah itu dimulai dengan perencanaan pengembangan dermaga PPI di Desa Rapambinopaka. Potensi pengembangan juga terlihat dari rencana perbaikan dan perluasan fisik dermaga. Direncanakan, dermaga akan diperpanjang 18 hingga 25 meter dengan daya dukung kedalaman dermaga sekira 9 meter.
“Jika terealisasi, kondisi ini berpotensi menarik lebih banyak kapal ikan untuk berlabuh dan meningkatkan volume produksi perikanan tangkap yang dikelola,” ujar Bupati Yusran didampingi Kepala UPTD TPI/PPI Soropia, Mariana, Sekretaris Dinas Perikanan Konawe, Sahrudin dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konawe, Sriany.
Bupati Konawe Yusran Akbar memeriksa kondisi dermaga PPI Soropia Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026).
Pengembangan kapasitas dermaga itu direncanakan Bupati Yusran mengingat kondisi dermaga tak lagi memadai untuk mendukung aktivitas bongkar muat ikan bagi nelayan. “Saya minta dinas terkait untuk segera menyusun kajian agar dermaga PPI Soropia tidak sekadar menjadi tempat pendaratan ikan, melainkan bertransformasi menjadi pusat layanan terintegrasi yang mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan dan keberlanjutan sektor perikanan di Konawe,” perintah Bupati Yusran.
Bupati Yusran juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung di PPI Soropia. Fasilitas yang ditinjau bupati yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN) untuk kapal dan perahu nelayan, sold storage (gudang atau ruangan berpendingin) dan pabrik es balok (flake ice plant) yang dibangun pada tahun 2015.
Bupati Konawe Yusran Akbar (kiri) didampingi pejabata Pemda Konawe saat sidak di dermaga PPI Soropia Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026).
Bupati Yusran dibuat terhenyak melihat kondisi fasilitas yang dibeli dari anggaran negara tidak berfungsi. Padahal fasilitas itu dibangun untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas layanan nelayan. Ia mengaku prihatin melihat kondisi itu sebab, terjadi potensi pemborosan aset negara dan hilangnya peluang besar untuk mengoptimalkan ekonomi perikanan di Konawe. “Investasi ini tidak kecil dari APBN. Ini harus dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat maksimal bagi para nelayan serta perekonomian daerah,” ungkap Bupati Yusran.
Ia bergegas memerintahkan dinas terkait untuk segera mendapatkan data dan analisis yang komprehensif mengenai penyebab tidak berfungsinya fasilitas-fasilitas pendukung yang vital tersebut.
Bupati Konawe Yusran Akbar menyimak pemaparan Kepala UPTD PPI Soropia, Mariana saat sidak di dermaga PPI Soropia Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026).
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan/PPI Soropia, Mariana, mengatakan dermaga tersebut masih aktif digunakan sebagai tempat tambat labuh dan bongkar muat ikan. “Perahu-perahu yang beroperasi di sini umumnya berasal dari Sulawesi Tengah. Hasil tangkapannya didistribusikan ke sejumlah pasar, terutama di Kota Kendari,” ujar Mariana kepada Bupati Yusran. (din)
