Gudang Bahan Kimia Terbakar, Sungai Cisadane Tercemar, Air Pelanggan Sempat Terganggu

KENDARINEWS.COM– Kota Tangerang, 10 Februari 2026 Warga Kelurahan Keroncong, Kota Tangerang, mengeluhkan air bersih atau air PAM berwarna coklat pada Selasa (10/2/2026). Perubahan warna air tersebut diduga imbas pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong, Tangerang Selatan.

Hasan (35), salah satu warga Keroncong, mengatakan air PAM di rumahnya sempat mati sekitar pukul 01.00 WIB. Air kembali mengalir pada pukul 07.00 WIB, namun dalam kondisi keruh dan berwarna coklat.

“Waktu mau berangkat kerja pas buka keran airnya jadi warna coklat. Sudah pakai saringan keran tetap saja airnya keruh,” ujar Hasan saat dikonfirmasi, Selasa.

Hasan juga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya dari Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang terkait penghentian sementara layanan air.

“Biasanya kalau air PAM mati ada pemberitahuan, ini tiba-tiba cek di akun Instagram Perumda Tirta tidak ada wilayah yang terdampak,” katanya.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menjelaskan bahwa pihaknya menghentikan sementara seluruh operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) menyusul pencemaran air baku Sungai Cisadane.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi,” kata Joko dikutip dari Antara, Selasa.

Ia menjelaskan, pencemaran terjadi akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong pada Senin (9/2/2026). Dampaknya, air Sungai Cisadane terindikasi tercemar limbah kimia berbahaya, ditandai dengan bau menyengat, permukaan air berminyak, serta ikan mati mendadak.

Pada pukul 22.30 WIB, Perumda TB berkoordinasi dengan pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu air nomor 9 dan 10 guna mengalirkan limbah ke laut.

“Hasil pemantauan di lapangan pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau,” ujarnya.

Pemantauan kualitas air dilakukan setiap 30 menit secara fisika dan kimia. Pada pukul 05.00 WIB, kondisi air baku dinyatakan membaik dan pengoperasian IPA dilakukan secara bertahap.

“Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali,” kata Joko.

Perumda Tirta Benteng memastikan air yang kini kembali tersalurkan ke pelanggan telah melalui pengawasan ketat dan dipastikan aman digunakan.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia,” tegasnya. dikutip dari Kompas.com

Meski distribusi telah berangsur normal, sejumlah warga berharap adanya peningkatan sistem pemberitahuan apabila terjadi gangguan layanan di kemudian hari.(ris)