KENDARINEWS.COM–Kebakaran terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi. Warga yang melihat api berasal dari atap sekitar pukul 06:28 Wita langsung menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Wakatobi. Si jago merah berhasil ditaklukkan kurang lebih satu jam lamanya.
Kepala Dikbud Wakatobi, La Ali Wangi menjelaskan setelah api berhasil dipadamkan, pihaknya menduga kerugian bisa sampai hingga Rp 300 juta. Pasalnya, selain ada atap dan plafon yang terbakar, sejumlah fasilitas kantor juga rusak seperti AC, sofa dan lainnya.
“Kalau dilihat kerugian ditaksir sekitar Rp 300 juta an, atap dan plafon, AC sekitar enam, sofa dan lainnya rusak. Tapi itu baru dugaan saja dengan melihat kondisi yang ada,” ujarnya, Jumat (23/1).
Kendati demikian, ia bersyukur saat kejadian belum ada pegawai di dalam kantor. Sehingga tidak ada korban jiwa. Saat kebakaran terjadi
ia yang tengah bersiap menuju kantor dihubungi bawahannya bahwa kantornya terbakar. Tak menunggu lama ia langsung bergegas ke lokasi dan sudah ada damkar di lokasi kejadian.
“Saya datang kan masih ada api di atas atap tapi sudah merembes. Saya coba masuk di dalam ruangan saya, saya di bantu pegawai dan masyarakat. Mau menyelamatkan barang berharga seperti laptop, berkas dan dokumen penting lainnya tapi ternyata api sudah merembes di atas atap ruangan saya dan saya langsung suruh semua orang keluar,” tambahnya.
Personel Polres Wakatobi yang berada di lokasi langsung memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Meski begitu, tampak sejumlah pegawai masih keluar masuk menyelamatkan berkas dan dokumen penting lainnya hingga akhirnya dihentikan sementara oleh pihak kepolisian. Setelah api dipadamkan, Kepala Dikbud Wakatobi mengalami luka ringan. (thy)
