KENDARINEWS.COM — Program digitalisasi sekolah yang menjadi prioritas pemerintah pusat mulai memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Puluhan satuan pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), telah menerima bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) sebagai sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Kehadiran papan tulis pintar tersebut menjadi terobosan penting dalam mendorong proses belajar mengajar yang lebih modern, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan perangkat ini, guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara visual, dinamis, dan menarik sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konkep, Armin, menjelaskan bahwa program digitalisasi sekolah yang tengah berjalan sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur percepatan pelaksanaan program pembangunan dan revitalisasi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, termasuk digitalisasi pembelajaran.
“Untuk Konkep, total alokasi bantuan papan interaktif digital mencapai 68 unit, dengan rincian 50 unit untuk SD dan 18 unit untuk SMP,” ujar Armin ketika dikonfirmasi Kendari Pos, kemarin.
Selain bantuan PID, kata dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menyalurkan 68 unit laptop yang didistribusikan ke sekolah-sekolah SD dan SMP. Perangkat tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan pembelajaran berbasis teknologi informasi di ruang kelas.
“Tak hanya itu, pemerintah pusat juga menaruh perhatian pada sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan akses internet. Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemendikdasmen akan menyiapkan hard disk eksternal yang berisi berbagai materi pembelajaran digital sehingga proses belajar mengajar tetap dapat berjalan secara optimal meskipun tanpa koneksi internet. Materi dalam hard disk ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran digital secara offline,” jelas Armin.
Setelah PID dirakit dan mulai digunakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan hampir seluruh SD dan SMP di Konkep telah menerapkan pembelajaran berbasis smart board. Bahkan, sebagian besar guru dinilai sudah cukup mahir dalam mengoperasikan perangkat tersebut.
“Di dalam PID sudah tersedia berbagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa. Meski demikian, saya mengingatkan bahwa setiap sekolah saat ini baru menerima satu unit papan interaktif digital. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta untuk mengatur manajemen penggunaan secara bijak agar seluruh peserta didik dapat merasakan manfaatnya secara merata,” pesannya.
Dia pun berharap seluruh sekolah dapat menjaga, merawat, serta memanfaatkan perangkat digital tersebut dengan baik dan bertanggung jawab. Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran benar-benar mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
“Program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kepulauan, yakni Menuju Wawonii Emas (Ekonomi Maju, Adil, dan Sejahtera) Tahun 2030,” pungkasnya. (KN)
