Naik Motor Trail, Wapres Gibran Tinjau Rencana Jembatan Gantung Sungai Gomo

KENDARINEWS.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Gantung Sungai Gomo di Desa Sifalago Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Minggu.

Dalam peninjauan tersebut, Gibran terlihat menaiki motor trail untuk mencapai lokasi. Berdasarkan video yang diterima Antara di Jakarta, kondisi jalan menuju Sungai Gomo yang sempit, rusak, dan terjal membuat rombongan tidak memungkinkan menggunakan kendaraan roda empat, sehingga hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua.

Wapres Gibran menempuh perjalanan dengan motor trail dari Polsek Gomo menuju titik rencana pembangunan jembatan. Di lokasi, ia menerima penjelasan langsung dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengenai rencana pembangunan infrastruktur tersebut.

“Rencana pembangunan Jembatan Gantung Sungai Gomo nantinya akan menjadi penghubung bagi 10 desa di kabupaten ini, sekaligus menjadi akses utama bagi siswa SMKN 1 Boronadu,” ujar Gibran usai peninjauan di Sungai Gomo, Nias Selatan.

Gibran menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan warga, sekaligus meningkatkan akses pendidikan dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ia mengungkapkan, sekitar 60 persen siswa SMKN 1 Boronadu tinggal di seberang sungai. Saat debit air meningkat atau sungai meluap, sedikitnya empat desa berpotensi terisolasi.

Oleh karena itu, Gibran meminta agar rencana pembangunan jembatan segera ditindaklanjuti secara terpadu dengan memperhatikan kondisi geografis dan aspek keselamatan.

“Saya telah meminta agar pembangunan jembatan ini segera ditindaklanjuti, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Usai meninjau lokasi jembatan, Wapres melanjutkan perjalanan menuju SMKN 1 Boronadu dengan motor trail untuk berdialog langsung dengan para siswa. Sekolah tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial karena para siswanya harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah.

Karena lokasi sekolah berada di dataran tinggi, Gibran memilih berjalan kaki menyusuri jalanan curam menuju area sekolah. (JawaPos)