Pemkab Konkep Perkuat Konektivitas Wilayah Lewat Pembangunan Jalan

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Pemkab Konkep) menegaskan komitmen memperkuat konektivitas wilayah melalui percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.

Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak bersama Wakil Bupati Muhamad Farid menyampaikan bahwa pembangunan jaringan jalan menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas ekonomi dan layanan publik.

Melalui APBD 2026, Pemkab Konkep mengalokasikan Rp 7 miliar untuk melanjutkan pengaspalan ruas Munse–Tekonea, jalur strategis yang menghubungkan kawasan pesisir dengan permukiman penduduk.

“Pengaspalan Munse-Tekonea sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Ruas ini menjadi salah satu akses vital, yang selama ini digunakan warga dalam distribusi hasil perikanan dan kebutuhan harian,” kata Kepala Dinas PUTR Konkep, Harsin Abdul Rahim, mewakili Bupati Rifqi.

Selain pembangunan baru, Pemkab Konkep juga menyiapkan pemeliharaan jalan menggunakan dana APBD. Mulai Januari 2026, Dinas PUTR menjadwalkan perawatan ruas Nambo Jaya-Mosolo dan Mosolo-Waturai.

“Program ini diharapkan menjaga kualitas infrastruktur dan mencegah kerusakan berat yang menambah beban anggaran di masa mendatang,” jelas Harsin.

Bupati Rifqi menekankan, seluruh program pengaspalan dan pemeliharaan bertujuan memperkuat konektivitas antardesa, mempermudah akses layanan publik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami berharap masyarakat mendukung dan mendoakan agar program ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, Pemkab Konkep tetap memperoleh dukungan pembangunan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah/IJD.

Kepala Dinas PUTR Konkep, Harsin Abdul Rahim, memastikan Konkep mendapatkan Rp 16 miliar dari Program IJD tahap II tahun anggaran 2025, untuk pengaspalan ruas Kekea-Batulu di Kecamatan Wawonii Tenggara.

“Jika kontrak rampung Desember, Insyaallah Januari 2026 pekerjaan pengaspalan sudah mulai berjalan,” ungkap Harsin. Ruas Kekea–Batulu menjadi akses vital yang menghubungkan masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

“Peningkatan jalan ini diproyeksikan memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antardesa di Wawonii Tenggara,” tambahnya.

Menyikapi penurunan Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) 2026, Bupati Rifqi menegaskan kebijakan efisiensi anggaran pusat tidak menjadi hambatan pelayanan pemerintah daerah.

“Kebijakan ini bukan alasan untuk mengurangi kinerja daerah. Justru menjadi momentum untuk berinovasi dan memanfaatkan potensi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban masyarakat,” ujar Bupati Rifqi.

Ia menambahkan, efisiensi bukan sekadar pengurangan anggaran, tetapi upaya mendorong kemandirian fiskal daerah agar tidak bergantung pada dana transfer.