KENDARINEWS.COM — Dokter Rustam, M.Kes., Sp.OT, yang sehari-hari dikenal mengurus pasien di ruang praktik, kini menyalurkan perhatiannya pada perkembangan anak-anak usia 6–12 tahun melalui pendirian sekolah futsal dan badminton.
Langkah ini dilatarbelakangi kekhawatirannya terhadap tingginya ketergantungan anak pada gadget. Selain itu, dr. Rustam ingin menanamkan disiplin, kerja sama tim, serta kebugaran fisik sejak dini.
“Anak-anak yang aktif berolahraga sejak usia dini, memiliki perkembangan tulang lebih baik. Selain itu, mereka juga lebih disiplin dalam menjaga kesehatan tubuhnya,” ujar dr. Rustam saat berbincang dengan Direktur Kendari Pos, Awal Nurjadin, dalam Podcast Kendari Pos Channel, Kamis (4/12/2025).
Ia menepis kekhawatiran orang tua soal risiko cedera, karena sekolah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bila terjadi cedera saat latihan, anak akan mendapatkan penanganan melalui program perlindungan tersebut.
Program ini dimulai Mei lalu dengan peserta awal sekitar 10 anak. Setelah menggelar turnamen pertama tingkat SD dan SMP serta membuka pendaftaran awal gratis, jumlah peserta meningkat pesat hingga kini mencapai 80 anak. Pendaftaran masih terbuka, dengan batas usia maksimal 12 tahun.
Sekolah futsal menyediakan tiga lapangan futsal dan satu lapangan badminton. Untuk anak usia 6–8 tahun, tersedia kelas pemula yang fokus pada penguatan dasar motorik dan teknik dasar.
“Para pelatih terdiri dari lima pelatih nasional berpengalaman, termasuk mantan pemain yang terbiasa melatih anak SD hingga SMA,” jelasnya.
Program yang ditawarkan pun lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala yang melibatkan dokter jantung, dokter ortopedi, hingga fisioterapis. Selain latihan rutin, sekolah ini tengah menyiapkan turnamen futsal tingkat SD se-Sulawesi Tenggara yang direncanakan digelar tahun depan.
Untuk cabang badminton, pelatihnya adalah Ayu dan LD Andika, mantan atlet berprestasi tingkat daerah maupun nasional. Saat ini jumlah peserta badminton mencapai 10 anak, dan pendaftaran masih terbuka.
Pendaftaran dapat dilakukan langsung di Klinik Ortofisel, yang berlokasi dekat Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, di Jalan Halu Oleo. Biaya pendaftaran Sekolah Futsal Ortofisel sebesar Rp700.000, dengan iuran bulanan Rp350.000. Sekolah Badminton Syafaat mematok biaya pendaftaran Rp500.000 dan iuran bulanan Rp350.000.
Dengan program ini, dr. Rustam berharap anak-anak lebih banyak menghabiskan akhir pekan dengan kegiatan positif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada gadget.
“Banyak orang tua membatasi gadget Senin–Jumat, tapi di akhir pekan anak tidak punya aktivitas. Di sinilah olahraga menjadi solusi,” imbuhnya.
