Bupati Ikbar Perkuat Proteksi Eksotisme Labengki

KENDARINEWS.COM — Labengki terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan dengan pesona alam yang natural dan eksotis. Keindahan pulau tersebut menarik banyak wisatawan, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) semakin mempertebal langkah perlindungan ekosistem pesisir dan pengawasan kawasan.

Sebagai wujud konkret, Pemkab Konut bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan SMART Patrol Desa Wisata Labengki TWA Teluk Lasolo, Kamis (4/12). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pertemuan Desa Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, turut didukung Toli-Toli Labengki Giant Clam Conservation, Dinas Pariwisata Konut, serta Pemerintah Desa Labengki melalui Pokdarwis Singapore.

Bupati Konut, H. Ikbar, menyampaikan bahwa Pulau Labengki telah mendunia bukan hanya karena keindahan panoramanya, tetapi juga karena kekayaan hayati terumbu karang dan habitat kima raksasa yang menjadi ikon konservasi sekaligus daya tarik wisata bahari. Namun di balik pesonanya, kata Ikbar, Labengki masih menghadapi ancaman serius.

Ia menyoroti sejumlah aktivitas perusakan lingkungan yang masih ditemukan di kawasan perairan, seperti praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, pengambilan karang hias, operasi bagang dan cantrang, hingga pemasangan bubu yang mengganggu ekosistem.

“Praktik-praktik ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menurunkan hasil tangkapan nelayan tradisional. Ancaman ini adalah peringatan bahwa menjaga Labengki bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban bersama,” tegas Ikbar saat membuka pelatihan SMART Patrol.

Pelatihan SMART Patrol dijadwalkan berlangsung selama empat hari sebagai upaya menjawab ancaman kerusakan kawasan pesisir. Metode SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) bukan sekadar mekanisme patroli, melainkan sistem pengumpulan data ekosistem pesisir yang akurat untuk dasar pengambilan kebijakan.

“Kekuatan terbesar bukan pada teknologinya, tetapi pada manusia yang mengoperasikannya. Nelayan, pemuda pesisir, Pokdarwis, dan tokoh adat adalah pihak yang paling memahami karakter wilayah ini,” jelas Ikbar.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan menguasai teknik pengawasan berbasis data, mampu mengidentifikasi dan melaporkan ancaman secara sistematis, serta menjadi pelopor budaya konservasi dan jejaring perlindungan kawasan. “Kita ingin memastikan masyarakat Labengki bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penjaga utama kawasan,” tambahnya.

Sebagai komitmen lanjutan, Pemkab Konut akan mengintegrasikan hasil SMART Patrol ke dalam perencanaan pembangunan pesisir dan pariwisata berkelanjutan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra konservasi.

“Tujuan akhir kita adalah menjadikan Labengki sebagai model pengelolaan pesisir yang tidak hanya indah, tetapi juga terjaga kelestariannya dan memberikan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Ikbar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BKSDA Sultra H. Sakrianto Djawie, Kepala Dinas Pariwisata Konut Riyas Aritman, Ketua Toli-Toli Labengki Giant Clam Conservation Habib Nadjar Buduha, Kepala Desa Labengki H. Kamaruddin, serta masyarakat setempat.