KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus berjibaku menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda 16 kecamatan akibat curah hujan tinggi. Hingga Selasa (2/12/2025), kebutuhan logistik dan peralatan darurat untuk evakuasi korban hilang masih sangat mendesak.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan pihaknya masih membutuhkan berbagai perlengkapan untuk mempercepat proses pencarian dan penanganan korban. Puluhan alat berat, mobil tangki air, toren, hingga genset sangat dibutuhkan untuk menunjang operasi di lapangan.
“Alat ini sangat dibutuhkan untuk membuang material tanah dalam pencarian korban hilang, membersihkan jalan, mendistribusikan air bersih, dan kebutuhan penanganan lainnya,” ujar Rahmat, dikutip dari detiknews.
Kekurangan Sarana Dasar: Mulai dari WC Portabel hingga BBM
Rahmat mengungkapkan bahwa Pemkab Agam juga mengalami kekurangan sarana dasar untuk kebutuhan pengungsi maupun tim penanganan bencana. WC portabel, BBM untuk alat berat, kawat bronjong untuk memperkuat tebing longsor, hingga senter masih minim.
Selain itu, bantuan pangan juga menjadi kebutuhan mendesak, terutama bahan pokok, makanan bayi, dan susu bayi.
Kebutuhan Sandang dan Perlengkapan Harian Masih Minim
Pengungsi di berbagai lokasi masih sangat memerlukan pakaian dalam, perlengkapan mandi, hingga perlengkapan salat. Peralatan masak, peralatan makan, serta kebutuhan ibu dan anak seperti popok, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan khusus wanita juga belum terpenuhi.
Selimut, kasur, bantal, dan perlengkapan P3K seperti obat-obatan, masker, dan vitamin turut menjadi kebutuhan darurat yang masih kekurangan.
Korban Butuh Trauma Healing dan Pendampingan Psikososial
Selain kebutuhan fisik, para penyintas juga membutuhkan dukungan mental. Rahmat menjelaskan bahwa tenaga pendamping psikososial sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak.
Kegiatan trauma healing, ruang ramah anak, alat permainan edukatif, dan layanan konseling keluarga menjadi kebutuhan penting dalam proses pemulihan psikologis korban.
Dampak Bencana Meluas: 130 Meninggal, 71 Hilang
Cuaca ekstrem yang memicu tanah longsor, banjir bandang, banjir, pohon tumbang, dan angin kencang mengakibatkan kerusakan parah di Kabupaten Agam. Hingga saat ini, tercatat 130 warga meninggal dunia, 71 orang masih hilang, 6.300 warga mengungsi, dan 25 orang menjalani perawatan di rumah sakit.
Pemkab Agam terus mengimbau berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik maupun bantuan pendukung lainnya demi mempercepat proses pemulihan dan evakuasi di lapangan.
