KENDARINEWS.COM-Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka memperkuat sinergisitas dan harmonisasi pelaksanaan pembangunan sektor perkebunan dan hortikultura. Kegiatan berlangsung di Aula Disbunhorti Sultra, Rabu, 26 November 2025, dan diikuti para ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten/kota se-Sultra.
Rakor ini menjadi forum strategis untuk memastikan seluruh program dan arah kebijakan pembangunan perkebunan serta hortikultura dapat berjalan selaras antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten/kota. Berbagai isu teknis, capaian program 2025, serta rencana prioritas 2026 dibahas secara intensif dalam pertemuan tersebut.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, LM. Rusdin Jaya, dalam arahannya menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih kuat antara daerah dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian. Ia mengajak seluruh Dinas Perkebunan di kabupaten/kota untuk lebih proaktif dalam melakukan konsultasi dan sinkronisasi program dengan Kementan.
“Memasuki tahun 2026, saya mengajak seluruh Dinas Perkebunan kabupaten/kota untuk lebih sering berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian. Hal ini penting agar program yang kita susun selaras dengan kebijakan nasional dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat,” ujar Rusdin Jaya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan sektor perkebunan dan hortikultura semakin kompleks, mulai dari peningkatan produktivitas, adaptasi terhadap perubahan iklim, hingga penguatan pasar dan hilirisasi. Karena itu, setiap daerah diminta memperkuat perencanaan berbasis data serta mendorong inovasi di lapangan.
Rakor berlangsung dengan sesi diskusi antara para peserta dan jajaran Disbunhorti Sultra, membahas peluang kerja sama, kebutuhan teknis, serta strategi percepatan program prioritas 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan pembangunan perkebunan dan hortikultura Sultra semakin terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Ris)
