Ketua Dewan Etika Dukung Klaim Aqua sebagai Air Pegunungan, BPKN Tegaskan Tidak Ada Penyesatan Publik

KENDARINEWS.COM — Polemik mengenai sumber air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua yang belakangan viral akhirnya mendapat penjelasan resmi dari berbagai pihak. Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia (DPI), Hery Margono, menegaskan bahwa klaim Aqua sebagai air minum yang bersumber dari air pegunungan tidak menyalahi etika periklanan.

Menurut Hery, dari sisi periklanan dan pemasaran, klaim tersebut sah dilakukan selama didukung oleh data dan hasil verifikasi lembaga berwenang.

“Jika lembaga seperti Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sudah mengonfirmasi bahwa sumber air Aqua berasal dari pegunungan, maka klaim itu sah digunakan,” ujar Hery, di kutip dari jpnn.com Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan, kesalahan dalam iklan baru terjadi apabila klaim yang disampaikan tidak berbasis fakta dan menyesatkan konsumen.

“Prinsip utama iklan adalah kejujuran. Jika sumber air tidak seluruhnya dari pegunungan, maka klaim harus disesuaikan. Namun selama faktanya benar, klaim itu tidak bisa disebut menipu,” tegas mantan Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) tersebut yang di kutip dari jpnn.com.

Hery menilai cepatnya isu ini menjadi viral disebabkan oleh posisi Aqua sebagai pelopor industri AMDK yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun dan mendominasi pasar.

“Aqua sudah memenangkan market share, bahkan heart share dan mind share masyarakat. Jadi ketika muncul isu apa pun, respons publik pasti cepat dan besar,” jelasnya, di kutip dari jpnn.com.

Isu sumber air Aqua mencuat setelah kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua di Subang, yang kemudian menimbulkan spekulasi soal keaslian sumber airnya.

Menanggapi hal tersebut, VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, memastikan bahwa klaim yang tertera di label Aqua benar adanya.

“Sumber air kami memang dari pegunungan. Pengambilannya dilakukan dengan cara pengeboran, namun itu hanya metode teknis, bukan berarti sumbernya buatan. Air tetap berasal dari aliran alami pegunungan,” kata Vera, di kutip dari jpnn.com.

Pernyataan Vera diperkuat oleh hasil peninjauan BPKN pada 30 Oktober 2025. Ketua BPKN, Muhammad Mufti Mubarok, menegaskan bahwa Aqua tidak melakukan kebohongan publik terkait sumber airnya.

“Kami saksikan sendiri bahwa Aqua memang air gunung. Prosesnya menggunakan pengeboran, tetapi sumber airnya tetap dari kawasan pegunungan,” ungkap Mufti, di kutip dari jpnn.com.

Mufti menambahkan, metode pengeboran merupakan bagian dari prosedur industri untuk menjaga higienitas dan efisiensi tanpa mengubah asal alami air tersebut. Ia juga mengapresiasi standar kualitas tinggi yang diterapkan Aqua dalam produksinya.

“Aqua menjalankan lebih dari 400 parameter uji kualitas air, jauh di atas standar nasional. Ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kualitas dan keamanan produk,” tuturnya, di kutip dari jpnn.com.

Dengan klarifikasi dari DPI, Danone Indonesia, dan BPKN, isu penyesatan publik terkait sumber air Aqua dinyatakan tidak benar. Aqua tetap diakui sebagai air minum dalam kemasan yang bersumber dari air pegunungan alami dengan proses produksi yang memenuhi standar kualitas tinggi dan berkelanjutan.