KENDARINEWS.COM — Dokter psikoterapi dan terapis trauma transgenerasi, Dono Baswardono, Graph, Psych, AISEC, MA, Ph.D, kembali menarik perhatian warganet lewat unggahannya di media sosial Threads. Dalam unggahan yang dikutip dari fajar.co.id, ia membahas pentingnya mengenali dan tidak mengabaikan perasaan diri sendiri sebagai bagian dari proses trauma healing.Melalui tulisannya, Dono menyoroti kebiasaan banyak orang yang tanpa sadar terbiasa menekan atau mengabaikan perasaan mereka demi terlihat “baik-baik saja”.
“Siapa yang mengajarimu untuk mengabaikan perasaanmu?” tulis Dono dalam unggahan yang dikutip pada Senin (13/10/2025).
Dalam lanjutan unggahannya, Dono mengajak pengikutnya untuk merefleksikan dari mana kebiasaan menekan emosi itu bermula. Ia menulis,“Kapan (dalam situasi seperti apa) dikau mulai belajar bahwa agar aman dikau mesti menekan perasaanmu?”
Menurutnya, banyak orang belajar untuk menolak atau menekan emosi sejak kecil baik karena lingkungan keluarga, pengalaman masa lalu, maupun tekanan sosial yang menganggap ekspresi emosi sebagai kelemahan.
Dono kemudian menantang pembacanya untuk memikirkan bagaimana mereka membentuk mekanisme adaptasi dari pengalaman tersebut.
“Bagaimana caramu (lewat peristiwa seperti apa saja) beradaptasi pada kedua cara menyangkal dirimu yang autentik, diri yang berperasaan itu?” tulisnya.
Sebagai penutup refleksinya, Dono menegaskan pentingnya proses penyembuhan batin dengan mengenali dan menerima diri apa adanya. Ia menekankan bahwa kunci trauma healing adalah keberanian untuk kembali pada diri yang autentik dan berperasaan.
“Jadi, apa yang dikau butuhkan dan perlu lakukan untuk dapat kembali ke dirimu yang autentik yang terus bertumbuh?” tulisnya lagi.
Pesan Dono tersebut ramai mendapat tanggapan dari warganet yang merasa tersentuh. Banyak di antara mereka mengaku bahwa unggahan itu membuat mereka lebih sadar bahwa mengabaikan perasaan sendiri justru bisa memperdalam luka batin. (*)
