KENDARINEWS.COM—Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-12. Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dibawah kendali Bupati Rifqi Saifullah Razak dan Wakil Bupati Muhamad Farid kembali bakal menggelar kegiatan rutin berlabel Festival Mekoloro 2025.
Kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 April 2025,
Ketua Panitia Festival Mekoloro, Mahmud mengatakan jika kegiatan rutin tahunan ini mengalami kenaikan jumlah pesertanya. Jika tahun 2024 hanya 473 peserta, tahun 2025 menjadi 527 peserta. Kategorinya ada dua yajkni mancing modern dan tradisional.
“Pada kategori mancing modern, tercatat ada 318 peserta yang tergabung dalam 55 tim dari berbagai daerah di Sulawesi, mulai dari Kendari 35 tim, Konkep 8 tim, Morowali 3 tim, Kolaka 3 tim, Konsel 2 tim, Makassar, Bombana, Konawe, dan Unaha masing-masing 1 tim. Dimana kategori ini terbuka bagi masyarakat dari luar Konkep, menjadi jembatan silaturahmi bagi para pemancing (angler) dari seluruh penjuru Sulawesi,” katanya.
Orang nomor satu di BKD Konkep ini melanjutkan, untuk dikategori mancing tradisional bakal diikuti oleh 209 peserta, terbagi dalam 48 tim. Dimana semuanya berasal dari wilayah di Pulau Wawonii mulai dari Wawonii Barat 23 tim, Wawonii Timur Laut 9 tim, Wawonii Timur 6 tim, Wawonii Utara 5 tim, Wawonii Tenggara 3 tim dan Wawonii Selatan 2 tim.
“Untuk Kategori mancing tradisional ini menjadi ruang khusus bagi masyarakat lokal untuk mempertahankan cara-cara memancing tradisional yang bersahabat dengan alam. Di sinilah identitas budaya dan kearifan nenek moyang tetap terjaga dan dihargai,” lanjutnya.
Dia mengungkapkan, bahwa Festival Mekoloro tak hanya menjadi ajang hiburan dan kompetisi, tapi juga medium strategis untuk memperkenalkan Konawe Kepulauan ke dunia luar. Keindahan laut biru, kekayaan biota bawah laut, dan spot-spot pantai alami yang belum banyak tersentuh menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Alhamdulillah, ini tahun keempat kita menyelenggarakan Festival Mancing. Animo masyarakat sangat tinggi, bahkan banyak peserta dari luar daerah. Ini menunjukkan bahwa potensi Konkep benar-benar menjanjikan. Kita berharap, melalui kegiatan ini, wisatawan akan datang dan menikmati keindahan Wawonii, membawa cerita pulang, dan kembali lagi tahun depan,” tandasnya. (Jib)
