KENDARINEWS.COM — Vaksinasi usia 6-11 atau imunisasi merdeka anak belajar telah dilaksanakan di Kabupaten Kolaka, sejak Januari lalu. Dari 27.527 yang menjadi sasaran vaksinasi tersebut, baru 20.176 anak mendapatkan suntikan dosis pertama. Artinya, masih ada tujuh ribuan anak yang belum mendapatkan suntikan anti bodi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Masirri, menjelaskan, stok vaksin untuk anak masih tersedia. Penyebab belum divaksinnya tujuh ribuan anak tersebut karena adanya kondisi sebagian sasaran yang memang belum dapat dijangkau. Selain itu juga, masih ada orang tua anak yang belum paham akan pentingnya vaksinasi tersebut. Dengan persoalan tersebut, maka kata Harun, pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah untuk menyukseskan vaksinasi anak. Salah satu upaya yang dilakukan dengan terus melakukan sosialisasi untuk membangun pemahaman orangtua dan masyarakat akan pentingnya vaksinasi.
“Diharapkan kita bisa mencapai minimal 90 persen. Sebab bisa ada yang tidak dapat divaksin karena kondisi kesehatannya yang memang tidak bisa divaksin,” ujarnya, Rabu (16/2). Harun juga berharap agar anak yang memenuhi syarat untuk divaksin bisa segera mendapatkan suntikan anti bodi tersebut. Sehingga anak-anak bisa belajar dengan normal.
“Kembali ke kesadaran dan kemauan kita masing-masing untuk sehat. Masalah ada penyakitnya, itu hasil skrining yang menentukan. Apakah vaksinasi ditunda sementara atau bisa seterusnya. Itu nanti dokter yang punya kewenangan menentukan,” tuturnya. (b/fad)
