Banjir di Kolaka, Satu Rumah Hanyut Ratusan Terendam

KENDARINEWS.COM— Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, sejak Sabtu malam (20/2/2026) hingga Minggu dini hari (21/2/2026) memicu banjir besar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Watubangga dan Kecamatan Tanggetada. Luapan sungai yang bertepatan dengan pasang air laut menyebabkan ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kolaka, Sunarto, mengungkapkan banjir mulai terjadi sekitar pukul 01.30 WITA. Hujan dengan intensitas tinggi tercatat mengguyur daerah tersebut sejak pukul 20.00 hingga 03.00 WITA.

Di Desa Polenga, Kecamatan Watubangga, luapan Sungai Polenga merendam permukiman warga di empat dusun. Dampak terparah terjadi di Dusun 4 dengan 30 rumah terdampak. Bahkan satu rumah yang dihuni empat kepala keluarga dilaporkan hanyut terbawa arus deras.

Selain itu, di Dusun 3 tercatat satu rumah terdampak, Dusun 2 sebanyak 10 rumah, dan Dusun 1 sebanyak 6 rumah. Puluhan kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.

Tak hanya permukiman, sekitar 38 hektare sawah dengan usia tanaman padi kurang lebih dua bulan ikut terendam, mengancam potensi gagal panen bagi para petani.

Sementara itu di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, dampak banjir tercatat lebih luas. Di Dusun 5 sebanyak 80 rumah terdampak, sedangkan di Dusun 4 sebanyak 7 rumah terendam.

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, di antaranya SD Negeri 1 Tondowolio dan Madrasah Nur Ain. Selain itu, sekitar 12 hektare sawah dan tambak milik warga juga terendam banjir.

Meski ratusan rumah terdampak, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga laporan terakhir, belum terdapat titik pengungsian permanen yang didirikan.

BPBD Kolaka bersama Dinas Sosial, PMI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat telah turun langsung melakukan asesmen dan pendataan dampak.

Per pukul 09.00 WITA, air dilaporkan mulai surut dan kondisi secara umum dinyatakan aman serta terkendali. Namun, warga terdampak masih membutuhkan bantuan logistik dan makanan cepat saji. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (fad)