KENDARINEWS.COM– Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga standar kualitas pendidikan. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), UHO aktif berpartisipasi dalam evaluasi nasional penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Keterbaruan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA) Batch 1 Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar secara daring ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk memastikan pelatihan dosen berjalan sesuai standar nasional dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Indriyani Nur, S.Pi., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa evaluasi ini mencakup enam aspek utama, mulai dari transparansi informasi, akuntabilitas proses, pencegahan konflik kepentingan, pelaksanaan teknis, aspek kelembagaan, hingga hasil dan dampak kegiatan.
“Seluruh penyelenggara diharapkan mematuhi pedoman yang berlaku. Menariknya, pemerintah juga tengah menyiapkan mekanisme baru yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026 mendatang guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya di UHO, pelatihan ini dikemas secara blended learning (gabungan luring dan daring) dan didukung penuh oleh platform SPADA UHO. Peserta tidak hanya berasal dari dosen internal yang ditugaskan fakultas, tetapi juga peserta mandiri dari luar kampus.
Lebih jauh dijelaskan, pelatihan Pekerti AA memiliki peran strategis yang sangat penting. Selain menjadi syarat wajib sertifikasi dosen, kegiatan ini juga berdampak langsung pada kualitas penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) hingga berkontribusi besar terhadap pencapaian akreditasi program studi yang lebih baik.
“Dengan pelatihan yang terstandar ini, kualitas proses belajar mengajar di UHO diharapkan semakin meningkat dan berdampak positif bagi mahasiswa,” tutupnya.
