KENDARINEWS,COM–Guna meningkatkan kualitas pembelajaran di Laboratorium, Unit Penunjang Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Bimbingan Teknis Asisten Praktikum (Kimia, Biologi, dan Fisika) di Hotel Claro Kendari, sejak 30 hingga 31 Maret 2026.
Plt Rektor dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum UHO, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini sangat bermanfaat bagi asisten laboratorium nantinya,” ujarnya saat diwawancara.
Ia menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan program yang sangat baik dan penting, khususnya bagi para asisten laboratorium yang baru. “Mereka perlu diperkenalkan berbagai standar pelaksanaan kegiatan di laboratorium, terutama yang berkaitan dengan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” jelasnya.
Prof Ida menuturkan bahwa, hal ini menjadi penting karena sebagian kegiatan percobaan di laboratorium menggunakan bahan-bahan yang memiliki risiko tertentu. “Melalui pelatihan ini, para asisten diharapkan memperoleh pemahaman mengenai tindakan-tindakan yang harus dilakukan, baik sebelum kegiatan berlangsung maupun langkah yang perlu diambil apabila terjadi insiden,” katanya.
Kepala UPA Laboratorium Terpadu UHO, Dr. Muhamad Alim Marhadi, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di laboratorium. Peran asisten praktikum sangatlah strategis, bukan hanya membantu kelancaran proses praktikum, tetapi juga menjadi mitra mahasiswa dalam memahami konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan.
“Oleh karena itu, melalui bimbingan teknik ini diharapkan para asisten dapat lebih siap, lebih terampil, serta lebih memahami standar keselamatan dan prosedur kerja di laboratorium. Kimia, Fisika, dan Biologi sering disebut sebagai trio sakti ilmu pengetahuan. Kalau Kimia sibuk mencampur larutan, Fisika sibuk mengukur gaya, dan Biologi sibuk mengamati makhluk hidup, maka tugas asisten adalah memastikan semuanya berjalan lancar tanpa ada mahasiswa yang tiba-tiba mengira tabung reaksi bisa dijadikan gelas minum,” ungkapnya.
Ia menerangkan bahwa, salah satu fungsi Laboratorium Terpadu adalah sebagai wadah pembelajaran yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan kerja sama. “Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap seluruh asisten dapat mengembangkan sikap profesional, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan bagi mahasiswa dalam menjalankan praktikum,” terangnya.
Dr. Alim Marhadi juga menyebut bahwa,
menjadi asisten praktikum itu bukan pekerjaan mudah. Kadang harus menjawab pertanyaan mahasiswa yang lebih mirip teka-teki, kadang harus menenangkan teman-teman yang panik karena larutan berubah warna, padahal memang seharusnya seperti itu.
“Tapi percayalah, pengalaman ini akan jadi bekal berharga. Selain melatih kesabaran, juga melatih kemampuan tersenyum walau hati ingin berteriak, Itu pipet, bukan sedotan. Saya berharap kegiatan bimbingan ini bisa membuat kalian lebih siap, lebih percaya diri, dan tentu saja lebih kompak. Ingat, laboratorium itu bukan hanya tempat eksperimen, tapi juga tempat belajar bekerja sama, berbagi ilmu, dan sesekali berbagi cerita lucu supaya suasana tidak tegang,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa, selamat mengikuti bimbingan teknik ini. Nikmati prosesnya, ambil ilmunya. “Dan jangan lupa: di laboratorium, keselamatan nomor satu. Kalau ada yang nomor dua, itu biasanya kopi atau teh untuk menjaga mata tetap melek. Sebagai penutup, saya menyampaikan sebuah kutipan motivasi yakni Ilmu itu bukan untuk dimiliki sendiri, tetapi untuk dibagikan. Karena dengan berbagi, ilmu akan tumbuh dan memberi manfaat lebih luas,” tutupnya.
