Pemerintah Iran Resmi Konfirmasi Kematian Ayatollah Ali Khamenei

KENDARINEWS.com– Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kementerian Pertahanan telah secara resmi mengkonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei (86 tahun), Pemimpin Tertinggi negara tersebut, telah meninggal dunia dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu dini hari (28/2/2026). Konfirmasi resmi ini diterbitkan pada hari Senin (2/3/2026) setelah dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah.

Dalam siaran pers resmi, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran menyatakan, “Ayatollah Ali Khamenei telah kembali kepada Allah sebagai syahid dalam serangan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kediaman serta markas penting di Teheran.” Selain Khamenei, pihak berwenang juga mengkonfirmasi bahwa sejumlah anggota keluarga dekatnya termasuk putri, menantu, dan dua orang cucu juga gugur dalam serangan yang menewaskan total 237 orang, termasuk pejabat tinggi dan personel keamanan.

Upacara jenazah Khamenei akan digelar secara bertahap selama tiga hari, dimulai dari kompleks Imam Khomeini di Teheran pada hari Selasa (3/3/2026), sebelum jenazahnya akan dibawa ke berbagai kota besar di Iran seperti Qom, Mashhad, dan Isfahan untuk diberikan penghormatan terakhir. Ribuan warga Iran telah berkumpul di jalan-jalan Teheran untuk menunjukkan dukungan dan kesedihan mereka terhadap wafatnya pemimpin yang telah memimpin selama hampir 37 tahun sejak 1989.

Serangan yang dilakukan pada pukul 02.15 waktu lokal tersebut menggunakan rudal jelajah dan pesawat tempur tanpa awak, menargetkan tiga lokasi penting di Teheran termasuk kompleks kediaman Khamenei dan markas komando militer utama. Pemerintah AS dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mencegah rencana serangan besar-besaran yang dianggap akan dilakukan oleh Iran terhadap kepentingan kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump dalam pidato resmi di Gedung Putih menyatakan bahwa “tindakan ini diperlukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat dan sekutu kita.” Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa “ancaman utama bagi kawasan telah dihilangkan,” namun juga mengakui bahwa Israel telah siap menghadapi segala bentuk balasan dari Iran.

Badan Pemantau Perdagangan Minyak Dunia (OPEC) telah mengeluarkan pernyataan bahwa pasokan minyak dunia saat ini tetap stabil, meskipun harga minyak mentah dunia naik sekitar 8% dalam dua hari terakhir akibat kekhawatiran akan gangguan jalur lalu lintas di Selat Hormuz.

Sejak hari Sabtu (28/2/2026), Iran telah meluncurkan lebih dari 150 rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di negara sekutu Tel Aviv. Pihak berwenang Israel melaporkan bahwa sekitar 70% rudal dan drone berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, namun beberapa yang berhasil menembus menyebabkan kerusakan pada fasilitas sipil dan militer di wilayah utara Israel, menewaskan 17 orang dan melukai puluhan lainnya.

Iran juga telah mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan termasuk Hizbullah di Lebanon dan pasukan pengawal rakyat di Irak. Beberapa negara di kawasan seperti Suriah dan Yaman telah menyatakan dukungan penuh terhadap Iran, sementara negara-negara lain seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sedang berusaha untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui jalur diplomatik.