Setara Gedung 80 Lantai, Eskalator Terpanjang China Bikin Takjub

KENDARINews.com – China kembali mencuri perhatian dunia dengan proyek infrastruktur unik. Di Kabupaten Wushan, Chongqing, sebuah eskalator raksasa sepanjang 905 meter berdiri megah menembus kawasan permukiman padat dan lereng curam. Panjangnya setara dengan tinggi bangunan sekitar 80 lantai, sehingga dijuluki bak “tangga menuju awan”.

Eskalator bernama Shennü Escalator ini diklaim sebagai eskalator terpanjang di wilayah Chongqing. Keberadaannya ramai diperbincangkan setelah pihak pengelola menyempurnakan sistem operasional dan digitalisasi agar dapat digunakan secara optimal sebelum Festival Musim Semi.

Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan mobilitas warga dan wisatawan yang sebelumnya harus menaiki ratusan meter tanjakan terjal. Bagi pengguna yang memilih berjalan kaki, di sisi kanan dan kiri eskalator tetap tersedia tangga manual dengan lebar memadai.

Menariknya, Shennü Escalator tidak dibuat lurus dari bawah ke atas. Sistemnya menyerupai jembatan transit perkotaan. Di beberapa titik terdapat sky bridge berbentuk bundar yang memungkinkan pengguna keluar dari jalur eskalator dan berpindah ke eskalator penghubung lainnya. Sky bridge tersebut berada tepat di atas jalan raya, memungkinkan pengguna melihat langsung kepadatan lalu lintas di bawah. Namun, karena tidak memiliki atap, pengguna disarankan membawa payung atau jas hujan saat cuaca buruk.

Kepala Perancang Proyek dari China Railway Eryuan Engineering Group, Huang Wei, menjelaskan bahwa gagasan akses transit vertikal di Wushan sejatinya sudah muncul sejak 2002. Topografi wilayah yang curam kerap menjadi keluhan warga. Namun, keterbatasan anggaran dan teknologi membuat proyek ini sempat tertunda selama bertahun-tahun.

Dorongan untuk merealisasikan proyek kembali menguat pada 2022 seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas dan kemacetan yang kian parah. Pemerintah setempat sempat mempertimbangkan pembangunan kereta gantung atau kereta wisata. Namun, kondisi medan yang sangat curam membuat opsi tersebut dinilai kurang efisien dari sisi kapasitas, keselamatan, biaya perawatan, hingga kesesuaian penggunaan di lereng ekstrem. Sistem eskalator bertingkat akhirnya dipilih sebagai solusi paling realistis.

Pembangunan eskalator ini bukan tanpa tantangan. Lokasinya berada di tengah permukiman padat dengan banyak pipa bawah tanah. Kondisi geologisnya pun kompleks, didominasi formasi karst dengan kemiringan rata-rata 35 persen dan mencapai hampir 60 persen di titik paling terjal. Untuk mengatasinya, para perancang menerapkan strategi penyambungan tiga dimensi, yakni mengangkat sebagian besar struktur ke udara menggunakan koridor layang ringan guna menghemat ruang di permukaan tanah.

Sepanjang jalur, eskalator dilapisi kaca transparan agar menyatu dengan lingkungan sekitar sekaligus menyuguhkan pemandangan. Semakin mendekati puncak, pengguna disuguhi panorama pegunungan dan aliran sungai khas kawasan Tiga Ngarai.

Pemerintah bidang perumahan dan pembangunan perkotaan setempat menyebut Shennü Escalator sebagai proyek unggulan Wushan. Selain meningkatkan kualitas hidup warga, eskalator ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru. Perjalanan dari titik bawah hingga puncak diperkirakan memakan waktu sekitar 20 menit, termasuk waktu berjalan kaki saat transit antar eskalator. (Ris)

Sumber: detik.com