Dalam kepanikan, Sultan tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tetapi juga cara untuk menghubungi bantuan dari darat. Meski terbenam dalam air, ia dengan gigih mencari telepon genggamnya yang terlepas saat perahu terbalik.
“Saya tahu itu satu-satunya harapan kita. Padahal HP itu sudah terjatuh ke laut, tapi saya tetap cari karena saya tahu ada pelindung tahan airnya,” ucap Sultan dengan suara yang masih sedikit gemetar.
Beruntung, perangkat elektronik tersebut benar-benar bertahan dari air laut dan masih dapat dioperasikan. Sambil berpegangan erat pada bagian perahu yang terbalik agar tidak tenggelam, Sultan segera menghubungi rekannya yang bekerja di Polres Kolaka Utara.
“Saat sambungan terhubung, saya hanya bisa berkata ‘tolong kami, perahu kami terbalik di laut’. Mereka langsung menyuruh saya tetap tenang dan memberi tahu lokasi kita secara detail,” tambahnya.
Sementara Sultan berusaha menghubungi bantuan, Nawa tidak tinggal diam. Pria berusia 39 tahun itu berulang kali mencoba membalikkan perahu yang terbalik, namun usaha tersebut sia-sia karena kekuatan gelombang yang terlalu besar. Selama hampir satu jam lamanya, ia berteriak meminta tolong sambil berjuang bertahan di tengah ombak yang terus menerjang.
“Saya sudah berkali-kali mencoba dorong perahu dari bawah, tapi ombaknya terlalu kuat. Kadang saya hampir terseret jauh, tapi saya tetap erat menggenggam bagian perahu agar tidak tersesat,” ungkap Nawa.
