Hotel Zahra Terus Berinovasi, Konsisten Kembangkan Bisnis Syariah

KENDARINEWS.COM-Hotel Zahra Syariah Kendari tetap konsisten, mengembangkan bisnis dengan prinsip syariah. Adanya efisiensi anggaran pemerintah serta berbagai tantangan industri perhotelan lainnya, tidak menggoyahkan komitmen tersebut.

General Manager (GM) Hotel Zahra Syariah Kendari, Mahmud Alhabsyi mengatakan, meski pasar hotel syariah di Sulawesi Tenggara (Sultra) relatif lebih kecil dibandingkan hotel konvensional, namun tetap konsisten menekuni segmen tersebut sejak awal berdiri. Prinsip keberkahan menjadi pondasi utama yang melandasi seluruh perjalanan bisnis hotel ini.

“Pasarnya memang tidak sebesar hotel konvensional. Tapi sejak awal, tujuan kami bukan semata-mata mengejar keuntungan finansial, melainkan keberkahan dari Allah SWT. Bagi kami, bisnis bukan hanya soal uang, tapi juga nilai,” ujar
Mahmud Alhabsyi saat menjadi narasumber tunggal dalam program Podcast Kendari Pos Channel, akhir pekan lalu. Acara podcast dipandu langsung Direktur Kendari Pos, Awal Nurjadin.

Hotel Zahra Syariah Kendari mulai beroperasi tahun 2012. Sejak awal pendiriannya, Zahra memilih untuk sepenuhnya menerapkan konsep syariah tanpa menyentuh pasar konvensional. Pada masa itu, konsep hotel syariah masih belum berkembang luas di Indonesia, terlebih lagi di Kota Kendari.

“Kami melihat mayoritas masyarakat kita adalah muslim, namun kebutuhan mereka belum sepenuhnya terakomodasi di hotel-hotel konvensional. Dari situlah kami melihat peluang. Meskipun pasarnya kecil, kami memilih untuk membesarkan pasarnya terlebih dahulu, baru kemudian tumbuh bersama di dalamnya,” jelasnya.

Setelah lebih dari 13 tahun beroperasi, Hotel Zahra Syariah tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi salah satu hotel syariah terkemuka di Sultra dan dikenal sebagai brand hotel syariah nomor satu. Dalam pengelolaannya, Hotel Zahra Syariah banyak terinspirasi dari sosok Dosen yakni Awad, yang menjadi guru. Filosofinya sederhana namun bermakna: hotel harus selalu dirawat dan diberi nilai tambah.

“Beliau pernah mengibaratkan hotel seperti seorang wanita. Jika ingin terlihat cantik, maka harus dirawat, didandani, dan diperhatikan. Ketika hotel dirawat dengan baik, ia akan terus menjadi pilihan. Filosofi nilai tambah ini diterapkan dalam setiap layanan. Tamu tidak hanya mendapatkan fasilitas sesuai harga, tetapi diharapkan memperoleh pengalaman yang jauh lebih bernilai. Mulai dari kebersihan, kenyamanan, keharuman ruangan, kualitas makanan, hingga pelayanan yang ramah dan profesional menjadi standar yang terus dijaga,” bebernya.

Mahmud menerangkan, dalam layanan acara, khususnya pernikahan, Hotel Zahra Syariah juga menawarkan keunggulan tersendiri. Dengan harga kompetitif, tamu mendapatkan fasilitas tambahan yang tidak selalu tersedia di hotel lain, seperti layanan es krim gratis yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu.

“Kalau tamu membayar harga sama, maka mereka harus mendapatkan sesuatu yang lebih. Itulah nilai tambah yang kami jaga,” jelasnya.

Dengan dukungan dua ballroom sejak 2023, Hotel Zahra Syariah mampu menyelenggarakan hingga empat acara pernikahan dalam satu hari, yakni dua acara siang dan dua acara malam. Hal ini dimungkinkan berkat kapasitas ruang yang memadai, area parkir luas, serta sistem pelayanan yang tertata dengan baik.

“Kapasitas ballroom bervariasi, mulai dari sekitar 500 tamu hingga lebih dari 1.000 tamu, sehingga pasangan dapat memilih sesuai kebutuhan dan anggaran. Tidak hanya resepsi, kami juga melayani rangkaian acara lengkap. Mulai dari lamaran, prosesi adat, akad nikah, hingga resepsi dalam satu lokasi,” terangnya.

Ketua IHGMA Sultra itu menambahkan, memasuki tahun 2026, Hotel Zahra Syariah Kendari terus melakukan pembaruan secara bertahap.

“Tahun ini, kami ingin memastikan setiap kamar telah menggunakan Smart TV. Tentu ini diikuti dengan peningkatan kualitas jaringan internet agar tamu semakin nyaman,” ucapnya.

“Selain kamar, pembenahan juga dilakukan pada ruang pertemuan, ballroom, lobi, restoran, hingga tampilan hotel yang kini semakin bernuansa Islami dan memberikan kesan seperti berada di Timur Tengah,” sambungnya.

Renovasi kamar dilakukan secara bertahap. Mulai dari tipe suite, deluxe, hingga tipe lainnya. Beberapa kamar deluxe juga akan ditingkatkan menjadi kamar bisnis dengan fasilitas tambahan. Pembenahan juga menyasar area ballroom dan ruang pertemuan.

“Tahun ini, Hotel Zahra Syariah menyiapkan fasilitas khusus untuk mendukung pelaksanaan event hybrid,” ujarnya.

Untuk memperkuat layanan event, pihaknya juga mengembangkan unit usaha pendukung bernama Moment Indonesia. Unit ini disiapkan untuk mendukung seluruh kegiatan event di hotel, khususnya pernikahan. Layanan yang disediakan meliputi fotografi dan videografi dalam satu paket, sehingga pasangan pengantin tidak perlu lagi mencari vendor terpisah.

“Begitu datang ke sini, semuanya sudah lengkap. Layanan Moment Indonesia mencakup foto dan video acara, foto booth, cetak foto instan, hingga penggunaan drone. Layanan ini juga dapat digunakan untuk acara di luar hotel, seperti akad nikah di lokasi berbeda,” terangnya.

Sekretaris PHRI Sultra menambahkan, saat ini, kondisi yang dihadapi bukan sepenuhnya bisa disebut kelesuan, tetapi lebih kepada dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Dampaknya cukup terasa, terutama di sektor perhotelan. Termasuk hotel syariah.

Menurutnya, untuk membaca situasi ini secara utuh, sebenarnya tidak cukup hanya melihat data jangka pendek seperti tahun 2024, 2025, dan 2026. Perlu menariknya ke belakang, setidaknya 10 tahun terakhir, misalnya sejak 2014. Dari sana terlihat pola yang cukup konsisten, setiap terjadi pergantian kepemimpinan dan momentum pemilu, industri perhotelan hampir selalu terdampak.

“Hal ini logis. Karena industri perhotelan adalah industri padat modal dan tidak mudah untuk tumbuh cepat. Membangun hotel bintang 3 atau bintang 4 membutuhkan investasi besar. Di Kendari, faktanya hanya ada dua hotel bintang 4 dan beberapa hotel bintang 3. Selebihnya hotel bintang 2 dan hotel alternatif. Termasuk hotel syariah, yang juga membutuhkan modal tidak sedikit,” jelasnya lagi.

Karena itu, lanjutnya, dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan jumlah hotel di Kendari sangat terbatas bahkan rata-rata kurang dari satu hotel baru per tahun. Kondisi ini justru menciptakan keseimbangan pasar. Suplai kamar dan ruang meeting relatif stabil, sehingga tingkat okupansi dan pendapatan hotel secara rata-rata masih tergolong baik.

Lebih jauh Mahmud menjelaskan, yang menarik justru tahun 2024. Secara teori, tahun pemilu biasanya membuat industri perhotelan melambat karena anggaran terserap ke sektor lain dan aktivitas ekonomi tidak berjalan serentak.

“Namun, 2024 menjadi anomali. Justru pertumbuhan industri perhotelan cukup tinggi. Angka-angka menunjukkan performa yang sangat baik,” ucapnya.

Lanjut dia, dalam bisnis pada dasarnya hanya ada dua pendekatan utama: efektif dan efisien. Pertama, efektif berarti mencari dan menciptakan pasar baru. Saat pasar pemerintah mengalami pengetatan, hotel harus berani menggarap sektor lain swasta, korporasi, komunitas, hingga kegiatan sosial.

“Pendekatan kedua adalah efisiensi, yaitu mengelola pengeluaran secara lebih cermat tanpa menurunkan kualitas layanan. Tujuannya sederhana, menjaga agar selisih antara pemasukan dan pengeluaran tetap sehat, sehingga bisnis bisa bertahan bahkan tumbuh di tengah keterbatasan,” imbuhnya. (win)