Bupati Konawe Ganti Kepala PDAM dan Dewas RSUD, Ada Rencana Bangun RS Baru Lho

KENDARINEWS.COM – Hari pertama kerja tahun 2026 tidak seperti biasanya di Konawe! Bupati Yusran Akbar langsung melakukan langkah drastis yang menyentuh akar masalah layanan publik, dengan mengeluarkan dua kebijakan strategis sekaligus pada Senin (5/1/2026). Tidak hanya mengganti pemimpin PDAM Tirta Konawe, tetapi juga merombak komposisi Dewan Pengawas RSUD Konawe periode 2024–2029.

Antariksa kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Konawe, menggantikan Djaswan Kide yang dipindahkan menjadi Sekretaris BKPSDM Konawe. Sementara itu, Dewas RSUD Konawe baru diperkuat dengan dr. M. Agus S. Lahida, MMR sebagai Ketua, bersama anggota Yusdianto dan Zulkifli.

“Air bersih dan layanan kesehatan adalah wajah kehadiran negara. Keduanya harus transparan, akuntabel, dan dijalankan dengan integritas,” tegas Bupati Yusran didampingi Wakil Bupati Syamsul Ibrahim saat menyerahkan Surat Keputusan di ruang rapat bupati.

Namun, yang paling membuat penasaran adalah pengumuman selanjutnya dari Bupati! Setelah mengubah kepemimpinan di dua institusi krusial tersebut, ia mengungkapkan progres yang sudah rampung untuk proyek yang akan mengubah wajah kesehatan di Konawe.

Desain dan administrasi lahan Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Sampara sudah 100% selesai pada tahun 2025, dan pembangunan fisik akan dimulai tahun ini melalui skema pinjaman daerah.

“Tapi ini bukan sekadar bangunan baru saja,” ujar Bupati dengan nada tegas yang membuat semua orang mendengarkan seksama. “Saya tidak ingin kita hanya punya gedung besar dengan lahan parkir luas. Yang benar-benar dibutuhkan masyarakat adalah layanan yang cepat, ramah, tepat, dan TANPA PUNGLI!” tegasnya.

Bahkan kepada Dewas RSUD yang baru, Bupati memberikan mandat yang sangat konkret – bukan hanya jadi pengawas formalitas, tetapi harus menjadi “motor inovasi”. “Kita harus bikin antrean lebih pendek, rasio dokter-pasien lebih baik, rujukan lebih cepat, dan layanan jadi lebih digital. Semua itu harus terwujud!” pungkasnya.(din)