KENDARINEWS.COM — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong inovasi layanan kesehatan jiwa melalui program unggulan Pusat Psikiatri Budaya Sultra untuk Dunia. Program ini memadukan kearifan lokal dengan pendekatan psikiatri modern, sehingga penanganan pasien lebih holistik, humanis, dan sesuai karakter masyarakat Sultra.
Direktur RSJ Sultra, Dr. dr. Junuda RAF, M.Kes., Sp.KJ., Subsp. PB(K), menegaskan penguatan Psikiatri Budaya menjadi momentum penting agar RSJ Sultra tampil sebagai pionir di tingkat nasional dan internasional. “Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mendorong Sultra menjadi pusat pengembangan psikiatri modern berbasis budaya. Program ini satu-satunya ada di Sultra,” ujar Dr. Junuda.
Sepanjang 2025, RSJ Sultra mencatat sejumlah capaian strategis. Pembangunan gedung baru sudah memasuki lantai 1 dan 2, dengan lantai 3 dan 4 dijadwalkan rampung 2026. Gedung Napza yang menfokuskan layanan penyalahgunaan zat adiktif telah mencapai progres 53%. Selain itu, RSJ Sultra menambah tenaga medis, termasuk dokter spesialis psikiatri, saraf, konservasi gigi, serta dokter umum.
Jumlah tempat tidur kini mencapai 134 TT rawat inap psikiatri, 15 TT intensif psikiatri, dan 10 TT non-psikiatri. Kunjungan pasien rawat jalan hingga Oktober 2025 tercatat 29.324 pasien, hampir dua kali lipat dibanding 2024 yang hanya 18.283 pasien. Sementara pasien rawat inap menurun menjadi 833 orang, dari 1.126 pasien pada 2024, sejalan dengan penerapan perawatan berbasis keluarga dan komunitas yang mendorong pemulihan lebih cepat.
Dr. Junuda menambahkan, RSJ Sultra juga mulai menghadirkan layanan dokter spesialis anak pada Desember 2025, sekaligus memperkuat layanan spesialis saraf.
Memasuki 2026, RSJ Sultra fokus menyelesaikan pembangunan gedung baru dan Gedung Napza, meningkatkan strata layanan agar lebih profesional dan berstandar global, menambah dokter spesialis baru, termasuk psikiatri anak dan penyakit dalam, serta menguatkan riset Psikiatri Budaya. Transformasi layanan berbasis keluarga dan komunitas, edukasi, pencegahan, dan reintegrasi sosial pasien juga menjadi agenda utama rumah sakit.
Dengan langkah strategis ini, RSJ Sultra berharap menjadi role model pelayanan kesehatan jiwa berbasis budaya, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
