Kunjungan Rawat Jalan RSJ Sultra Meningkat

KENDARINEWS.COM — Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sulawesi Tenggara mencatat lonjakan signifikan pada kunjungan rawat jalan sepanjang 2025. Hingga Oktober, tercatat 29.324 kunjungan, meningkat hampir dua kali lipat dibanding total kunjungan tahun 2024 yang berjumlah 18.283. Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa transformasi layanan yang sedang berlangsung di RSJ Sultra semakin mendapat kepercayaan publik.

Direktur RSJ Sultra, Dr. dr. Junuda RAF, M.Kes., Sp.KJ., Subsp. PB(K), menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem pelayanan dua sesi untuk mengakomodasi tingginya animo masyarakat. Layanan pasien kini dibagi menjadi sesi pagi hingga pukul 12.00 dan sesi siang hingga sore.

“Data menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pada kunjungan rawat jalan RSJ sepanjang tahun 2025. Total 29.324 kunjungan hingga Oktober, melonjak hampir dua kali lipat dibanding total kunjungan tahun 2024,” ujarnya.

Menurut Junuda, kenaikan kunjungan ini tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSJ Sultra. Transformasi layanan yang dilakukan selama 2025 mencakup penambahan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur, serta perbaikan alur pelayanan sehingga lebih cepat, lebih ramah, dan lebih mudah diakses.

“Kenaikan ini menggambarkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa yang disediakan RSJ Sultra sekaligus menunjukkan efektivitas berbagai program transformasi layanan yang dijalankan,” jelasnya.

Berbeda dengan tren rawat jalan, kunjungan rawat inap justru menurun. Dari 1.126 pasien rawat inap pada 2024, jumlahnya menurun menjadi 833 pasien hingga Oktober 2025. Namun, penurunan ini dinilai sebagai indikator positif.

Junuda menjelaskan bahwa RSJ Sultra kini menerapkan pendekatan perawatan berbasis keluarga. Sistem ini memungkinkan pasien segera kembali ke lingkungan sosial setelah kondisi stabil, sekaligus mengurangi ketergantungan pada perawatan jangka panjang di rumah sakit.

“Penurunan ini sejalan dengan kebijakan rumah sakit yang mulai mengalihkan sebagian pasien menuju perawatan berbasis keluarga, serta adanya sistem dropping pasien yang menekankan pemulihan dan integrasi kembali ke lingkungan sosial,” paparnya.

Menurutnya, perubahan model layanan ini menunjukkan keberhasilan transformasi RSJ Sultra dalam mempercepat pemulihan pasien dan memperkuat praktik kesehatan jiwa berbasis komunitas.

Untuk memperkuat kualitas layanan, RSJ Sultra juga menambah tenaga dokter spesialis. Layanan spesialis saraf telah hadir, sementara dokter spesialis anak mulai bertugas pada Desember 2025. Penambahan ini dianggap penting mengingat mayoritas warga Sultra merupakan peserta BPJS.

“Mulai Desember ini juga hadir layanan dokter spesialis untuk mendukung masyarakat yang didominasi peserta BPJS,” ujar Junuda.

Direktur RSJ Sultra menegaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas perawatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pencegahan, dan reintegrasi sosial bagi masyarakat dengan gangguan kesehatan jiwa.

“RSJ Sultra harus menjadi rumah sakit yang semakin dipercaya oleh masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan layanan yang cepat, tepat, dan penuh empati,” tutupnya.

Lonjakan kunjungan rawat jalan, menurunnya angka rawat inap karena pemulihan lebih cepat, serta penambahan dokter spesialis menunjukkan bahwa RSJ Sultra berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan pasien.