KENDARINEWS.COM–– Seiring dengan persiapan musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang semakin matang, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumumkan dua langkah kunci untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan masyarakat: pembukaan posko terpadu bersama berbagai lembaga terkait, serta pengaktifan sistem elektronik anti percaloan yang akan diterapkan secara maksimal di semua pelabuhan dan terminal di provinsi.
Kadishub Sultra, Dr. Muh Rajulan, menjelaskan bahwa posko terpadu menjadi bagian penting dari upaya kolaboratif untuk menangani segala kemungkinan masalah yang muncul selama periode arus mudik dan balik. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Posko terpadu bertujuan agar semua layanan darurat dan pengawasan bisa terintegrasi, sehingga tanggapan terhadap masalah bisa lebih cepat dan efektif – mulai dari kecelakaan, gangguan lalu lintas, hingga masalah kesehatan penumpang,” ungkap Rajulan akhir pekan lalu.
Posko Terpadu: Kolaborasi Polisi, TNI, Dinkes, dan Lainnya
Posko terpadu yang akan dibuka Dishub akan melibatkan berbagai lembaga penting, antara lain Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan juga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setiap lembaga akan mengirimkan personel khusus untuk menangani tugas masing-masing di posko.
“Setiap lembaga memiliki peran penting. Polisi dan TNI akan menangani keamanan dan pengawasan lalu lintas, Dinkes akan menyediakan layanan kesehatan darurat, BPBD akan menangani kasus bencana, dan BMKG akan memberikan informasi cuaca secara real-time. Semua ini akan terpadu di satu tempat agar tidak ada tunda dalam penanganan,” jelas Rajulan.
Meskipun titik final posko terpadu masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut, Rajulan mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi beberapa lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh penumpang, terutama di sekitar titik temu transportasi utama seperti Terminal Baruga Kendari, Pelabuhan Kendari, dan Terminal Kolaka. “Kita ingin posko ini berada di tempat yang mudah ditemukan dan diakses oleh semua orang, jadi pemilihan lokasi sangat dipikirkan matang. Harapannya, posko bisa beroperasi mulai satu minggu sebelum puncak mudik,” tambahnya.
Selain itu, seluruh personel Dishub sudah disiagakan untuk ditempatkan di posko terpadu dan posko pengawasan khusus yang sudah diumumkan sebelumnya. Mereka akan bertugas memantau pergerakan penumpang, memberikan informasi perjalanan, dan menyeimbangkan arus transportasi agar tidak terjadi kemacetan atau kelebihan penumpang di satu titik.
