KEBDARINEWS.COM-– Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp27 miliar dari sektor pajak dan retribusi hingga bulan November 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan pencapaian pada tahun yang sama di 2024 yang hanya mencapai Rp22 miliar.
Kepala Dishub Sultra Muhammad Rajulan menyampaikan kebanggaan atas pencapaian tersebut yang tercapai sebelum akhir tahun. Menurutnya, pencapaian Rp27 miliar ini menjadi dasar untuk menetapkan target yang lebih tinggi di tahun depan.
“Kalau 2024 kita menghasilkan Rp22 miliar, tahun ini naik sementara di November mencapai Rp27 miliar. Berdasarkan capaian ini, kita diberikan target menyumbang PAD dari pajak dan retribusi sebesar Rp30,8 miliar untuk tahun 2026,” kata Rajulan.
Rajulan menjelaskan bahwa penyumbang terbesar PAD yang dikelola Dishub berasal dari bidang pelayaran dan pengelolaan pelabuhan. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki sejumlah fasilitas di seluruh pelabuhan penyeberangan di Sultra guna meningkatkan pendapatan dan retribusi, bahkan di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Perbaikan fasilitas pelabuhan bukan hanya untuk meningkatkan PAD, tapi juga menjamin kenyamanan masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut. Apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 nanti, yang pasti akan meningkatkan arus penumpang,” katanya.
Pernyataan Rajulan kemudian didukung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Rosni. Menurut Rosni, perbaikan fasilitas pelabuhan harus menjadi prioritas utama Dishub Sultra karena berkaitan langsung dengan kenyamanan penumpang dan potensi peningkatan PAD.
“Dengan fasilitas yang nyaman di pelabuhan, maka semakin banyak penumpang dan masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi laut. Ini tentu akan berdampak positif pada peningkatan PAD yang kita terima,” ujar Rosni.
Rosni menambahkan bahwa fasilitas yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah fasilitas dasar seperti kamar mandi/WC, sumber air bersih, mushalla, dan ruang tunggu di pelabuhan. Menurutnya, fasilitas-fasilitas ini seringkali terabaikan meskipun sangat penting bagi kenyamanan penumpang.
“Dalam hal ini, Dishub Sultra telah menjadi salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) penyumbang terbesar PAD provinsi dari sektor pajak dan retribusi. Oleh karena itu, DPRD terus mendorong Dishub untuk terus meningkatkan fasilitas di seluruh pelabuhan,” jelasnya.
Namun, Rosni mengakui bahwa tantangan ada di sisi anggaran yang tersedia. Untuk tahun 2026, anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan fasilitas pelabuhan hanya sebesar Rp8 miliar. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa fasilitas yang urgen dan berpotensi meningkatkan PAD harus menjadi prioritas pemakaian anggaran.
“Kami mendorong agar semua OPD bisa meningkatkan PAD, tapi dengan pemangkasan anggaran yang terjadi, tentu fasilitas urgen itu penting ditingkatkan apalagi yang berpotensi menambah PAD kita. Semua harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada,” tambah Rosni.
Dengan pencapaian PAD yang membaik dan komitmen dari kedua pihak, harapannya perbaikan fasilitas pelabuhan akan berjalan lancar dan mampu mencapai target PAD yang ditetapkan untuk tahun 2026, sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat Sultra yang menggunakan transportasi laut.
