Wali Kota Jakarta Barat Minta Kontraktor Bertanggung Jawab atas Robohnya Tembok Sekolah di Kota Bambu Utara

KENDARINEWS.COM — Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menegaskan bahwa pelaksana proyek renovasi di SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 Kota Bambu Utara, Palmerah, harus bertanggung jawab atas robohnya tembok pembatas sekolah yang terjadi beberapa hari lalu. Pernyataan itu disampaikan Uus pada Sabtu (22/11/2025).

“Bagaimanapun pelaksana harus bertanggung jawab terkait proyek yang dikerjakan. Bisa diselesaikan dengan baiklah. Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan,” ujarnya, doikutip dari Kompas.com.

Diduga Akibat Tumpukan Tanah dan Kondisi Tembok Rapuh

Tembok pembatas sekolah tersebut roboh diduga karena beban tumpukan tanah dari proyek renovasi yang tengah berlangsung. Hujan yang mengguyur kawasan itu turut memperparah kondisi, membuat struktur tembok yang sudah tua menjadi tidak mampu menahan tekanan.

Uus mengatakan dirinya telah meminta Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat untuk menindaklanjuti persoalan ini. “Saya juga sudah minta kepada Kasudindik untuk segera menyelesaikan dengan baik sehingga tidak ada yang dirugikan,” katanya, dikutip dari Kompas.com.

Penanganan Trauma dan Dampak Sosial

Selain kerusakan fisik, insiden ini juga menimbulkan trauma pada sejumlah warga sekitar. Uus memastikan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat akan turun langsung untuk menangani warga yang terdampak secara psikologis.

“Nanti saya minta Sudin Sosial untuk memfasilitasi, mengecek, tangani warga trauma dengan kejadian yang terjadi,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Warga Terdampak Alami Kerugian

Salah satu warga, Cici (51), mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat tembok yang menimpa rumah serta motornya. Ia kini tidak bisa berjualan dan kesulitan beristirahat karena rumahnya rusak.

“Kalau hujan, asbes bocor. Lihat saja asbes atas, padahal baru, jadi bocor kena tiang listrik,” ungkapnya, dikutip dari Kompas.com  Ia berharap seluruh kerugian tersebut dapat diganti oleh pihak terkait, terutama kontraktor yang mengerjakan renovasi.

Selain itu, Cici meminta agar material runtuhan segera dibersihkan agar warga bisa kembali beraktivitas. “Harapannya, bisa cepat dibersihkan, motornya juga dievakuasi. Ini terhalang jadinya. Ada garis polisi juga kan,” tuturnya, dikutip dari kompas.com.

Pemerintah Janji Tindaklanjuti

Pemkot Jakarta Barat memastikan akan mengawasi proses penyelesaian persoalan ini, termasuk pemulihan kerusakan, penanganan warga terdampak, dan penegasan tanggung jawab kepada pihak pelaksana proyek.