Ratusan Hektar Sawah di Konut Diserang Hama

KENDARINEWS.COM — Hama menjadi ancaman serius produktifiktas padi. Dua tahun terakhir, tercatat ratusan lahan persawahan di Konawe Utara (Konut) terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Mulai penggerak batang, tikus, keong mas, blast, wereng, burung hingga lalat bibit. Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut mulai melakukan pengendalian hama sebagai upaya deteksi dini.

Wakil Bupati (Wabup) Konut H. Abuhaera mengatakan serangan hama mengancam produktifitas pertanian terutama pada komoditas padi sawah. Berdasarkan laporan terakhir Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan (Distanbun) Konut, serangan penggerek batang tercatat mencapai 132 hektar menjadi hama utama yang paling mendominasi.

“Jika kita melihat laporan tahun 2024, tantangan di sektor tanaman pangan masih cukup tinggi. Serangan terbesar terjadi di Kecamatan Andowia dan Oheo, disusul Sawa serta Motui,” ujar Abuhaera pada sosialisasi Deteksi Dini dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Pangan kemarin.

Selain penggerek batang, hama tikus juga menyerang area cukup luas yakni sekitar 127 hektar. Keong mas tercatat merusak 45 hektar lahan petani, sementara OPT lainnya seperti blast, wereng, burung, dan lalat bibit berada pada kategori serangan rendah dan sebaran tidak merata.

Kondisi ini kata mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Konut ini, menunjukkan ancaman OPT bersifat berulang setiap musim, sehingga membutuhkan kewaspadaan serta respon cepat di lapangan. Ia mengapresiasi para penyuluh, POPT dan petani yang tetap aktif melakukan pengamatan rutin sehingga data serangan dapat dihimpun secara akurat.

“Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap kapasitas penyuluh semakin meningkat dan produksi tanaman pangan di Konawe Utara tetap terjaga, terutama menghadapi musim kemarau yang rawan memicu ledakan hama,” harap Abuhaera.

Untuk diketahui, sosialisasi Deteksi Dini dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Pangan diikuti 60 penyuluh pertanian di Konut. Sesuai jadwal, giat ini berlangsung dua hari dengan fokus peningkatan kemampuan penyuluh dalam mendeteksi dan mengendalikan OPT secara cepat dan tepat.