Kendalikan Inflasi, Rusdin Ajak Warga Budidaya Sayuran

KENDARINEWS.COM — Upaya mengendalikan inflasi terus digalakkan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Salah satunya mendorong masyarakat utuk memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah untuk menanam sayuran; tomat, cabe dan lainnya. Lembaga yang dipimpin Laode Muhammad Rusdin Jaya telah menyiapkan bibit tomat siap tanam.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laode Muhammad Rusdin Jaya mengaku berupaya mengendalikan inflasi dengan membangkitkan gairah warga untuk budidaya tanaman; tomat, cabe dan lainnya.
 
Langkah itu, kata Rusdin, bisa mengendalikan inflasi. Sejak Mei 2025, ia telah menanam 600 bibit tomat ia tanam di Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Hortikultura (BBIH), Kecamatan Amoito, Konawe Selatan.  Tanaman itu ketika sudah berkumbang, kata dia, bisa diperoleh warga. “Jadi warga menanam, tanaman yang siap tanam. Tidak perlu menanam dari bijian,” ujarnya.
 
Rusdin mengatakan luas lahan di Amoito milik pemprov 12 hektar. Pihaknya baru memanfaatkan beberapa bidang dengan melakukan penanaman 600 pohon tomat.
 “Nanti kami akan manfaatkan beberapa bagian tanah untuk menanam cabe. Tapi dengan menanam 600 pohon, bisa memproduksi 5 kilogram setiap pohon. Artinya dengan 600 pohon, bisa memproduksi 3.000 kilogram tomat,” ungkap Rusdin saat ditemui wartawan Kendari Pos, kemarin.
 
 
 Ia mengungkapkan kedepan pihaknya tak hanya menghasilkan tanaman jenis buah, namun juga jenis sayuran. Tanaman yang sudah dibudidaya, kata dia, bisa diperoleh petani. Jadi petani tak perlu lagi menanam mulai dari biji tomat atau cabe, tapi tanaman yang sudah tumbuh (tunas, red). “Kalau petani atau masyarakat butuh benih tomat atau cabe yang siap tanam, kami sudah siapkan. Kalau cabe biasanya petani atau masyarakat membeli biji cabe untuk ditanam, nanti kita berikan kemudahan dengan bibit yang siap tanam,” katanya.

Ia menjelaskan tahun 2026, pihaknya akan membangun Lokasi Unit/ Cabang dua screen house di Konawe dan BBIH. Dengan beberapa kegiatan kolaborasi, ia optimis bisa mengendalikan inflasi yang menjadi isu nasional. Mulai dari kegiatatan pasar tani sebanyak 12 kali, gerakan tanam cabe, tomat, panen raya tanaman horti teeus di genjot di daerah-daerah sentra produksi. (ris)