KENDARINEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan percepatan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Penekanan itu disampaikan Presiden saat menghadiri Rembug Nasional dan Pelantikan Pengurus APTISI Pusat Periode 2025–2030 yang digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dikutip dari Sindonews.com
Acara yang mengusung tema “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut dihadiri lebih dari 1.500 pimpinan PTS dan pengurus APTISI wilayah dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti perlunya sinergi kuat antara pemerintah dan PTS untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.
“Kolaborasi pemerintah dengan PTS diperlukan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendorong pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTISI Budi Djatmiko melantik pengurus APTISI Pusat periode 2025–2030. Ia menyebut pelantikan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kontribusi PTS bagi pembangunan nasional.
Budi menegaskan komitmen APTISI dalam memperkuat koordinasi dan memperluas peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“APTISI siap menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing, inovatif, dan inklusif,” katanya.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menko PMK Pratikno; Wakil Menko Polhukam Otto Hasibuan; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Ketenagakerjaan Yassierli; Menteri Sosial Saifullah Yusuf; serta Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas 2045 Hashim Djojohadikusumo.
Dalam sesi pemaparan, mereka menegaskan pentingnya arah kebijakan strategis pendidikan tinggi, penguatan daya saing SDM, transformasi digital, serta sinergi antarlembaga baik pemerintah, industri, maupun institusi pendidikan.
Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan sesi Success Story dari sejumlah PTS terkemuka, seperti Universitas Esa Unggul, Universitas Gunadarma, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro, dan Universitas Amikom Yogyakarta. Sesi ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan institusi, inovasi pembelajaran, serta upaya peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi.
Ketua Panitia, Arief Kusuma Among Praja, menegaskan bahwa Rembug Nasional APTISI merupakan forum strategis untuk merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
“APTISI, sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 3.000 Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia, terus memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional,” ujarnya.
Rembug Nasional ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
