KENDARINEWS.COM— Meskipun angka kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Kendari telah mencapai angka yang mengesankan, yaitu 98 persen dari total populasi sekitar 300 ribu jiwa, tetap ada sekitar 5.000 warga yang belum terdaftar sebagai peserta.
Lebih mengkhawatirkan lagi, dari total peserta yang terdaftar, hanya 79 persen yang aktif membayar iuran. Kondisi ini menjadi sorotan utama dalam rapat rekonsiliasi iuran peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Bukan Pekerja Penerima Upah (PBPU) Pemerintah Daerah bersama BPJS Kesehatan Cabang Kendari, yang berlangsung di RM Padi-Padi kemarin.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kendari, Rinaldi Wibisono, mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya angka kepesertaan aktif. Beliau menekankan bahwa ketidakaktifan ini menjadi tantangan besar dalam upaya mencapai target nasional program JKN.
“Meskipun angka kepesertaan sudah tinggi, namun angka kepesertaan aktif masih perlu ditingkatkan,” ujar Rinaldi.
“Hal ini berdampak pada keberlangsungan program dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.” tambahnya.
Rapat rekonsiliasi tersebut bertujuan untuk membahas strategi peningkatan kepesertaan aktif dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi. Diskusi difokuskan pada upaya optimalisasi pencapaian target kepesertaan JKN di Kota Kendari, termasuk identifikasi penyebab rendahnya angka kepesertaan aktif dan rencana aksi untuk meningkatkannya.
Beberapa kemungkinan penyebab yang dibahas antara lain kendala administrasi, kurangnya sosialisasi program, dan kesulitan ekonomi sebagian masyarakat.
Pemerintah Kota Kendari dan BPJS Kesehatan Cabang Kendari berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi program JKN kepada masyarakat, khususnya kepada kelompok yang belum terdaftar dan peserta yang tidak aktif.
Upaya-upaya yang akan dilakukan antara lain melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di berbagai wilayah, kerjasama dengan tokoh masyarakat dan instansi terkait, serta pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang akurat dan mudah dipahami.
Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut, angka kepesertaan aktif JKN di Kota Kendari dapat meningkat secara signifikan dan seluruh warga Kendari dapat merasakan manfaat program JKN.
